Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, Jawa Timur, melakukan jemput bola layanan administrasi kependudukan inklusif bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun.

"Layanan ini merupakan permintaan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Dirjen Pemasyarakatan, untuk percepatan program layanan jaminan kesehatan, yang di dalamnya memerlukan keberadaan KTP elektronik," ujar Kepala Dinas Dukcapil Kota Madiun Agus Triono di Madiun, Rabu.

Ia mengatakan terdapat sejumlah layanan yang diberikan untuk warga binaan tersebut, di antaranya verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta perekaman biometrik untuk KTP elektronik bagi yang belum.

Adapun validasi dilakukan untuk percepatan pemenuhan hak administrasi kependudukan serta optimalisasi akses layanan jaminan kesehatan bagi warga binaan.

Dalam giat jemput bola itu, tercatat 613 orang warga binaan yang menjalani pengecekan data biometrik. Pengecekan itu bertujuan memvalidasi data kependudukan warga binaan sudah sinkron dengan database nasional atau belum.

"Layanan ini adalah bentuk sinergi untuk menjamin hak warga binaan. Jika saat pengecekan ditemukan warga binaan yang memang belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik, petugas Dukcapil langsung melayani proses perekaman di tempat," kata Agus.

Dari 613 warga binaan yang ikut kegiatan itu, terdapat lima orang warga negara asing yang turut menjalani prosedur pengecekan biometrik.

Langkah itu diambil sebagai bagian dari pendataan administratif dan pemantauan keberadaan warga asing di dalam lingkungan lapas.

Selain itu, dari data 613 orang tersebut, sebanyak 600 orang di antaranya sudah tervalidasi. Sisanya ditemukan data tidak valid dan juga ada yang belum melakukan perekaman. Mereka lalu langsung dilakukan perekaman biometrik.

Pihak Lapas Kelas I Madiun menyambut baik inisiatif layanan tersebut, mengingat kepemilikan identitas resmi sangat krusial bagi warga binaan, baik untuk keperluan akses kesehatan, bantuan hukum, maupun persiapan integrasi kembali ke masyarakat nantinya.

"Intinya, kami siap membantu dan bersinergi termasuk untuk warga binaan. Hasilnya juga sudah kami laporkan," katanya.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026