Neuvel Clinic menghadirkan treatment lifting terbaru berbasis Monopolar RF menggunakan Oligio sebagai respons atas tren perawatan kulit tanpa rasa sakit dan tanpa waktu pemulihan yang kian meningkat dalam ajang Beautyfest 2026 di Surabaya.

“Pada ajang Beautyfest, Neuvel menghadirkan treatment lifting terbaru berbasis Monopolar RF menggunakan Oligio, karena pasien sekarang mencari treatment yang tidak sakit, tanpa downtime, dan bisa langsung beraktivitas setelah dari klinik,” kata CEO Neuvel Clinic dr. Jessica Christina Tenggara, saat ditemui di sela pameran kecantikan di salah satu mal di Surabaya, Jumat malam.

Ia menjelaskan bahwa teknologi Oligio merupakan perawatan anti-aging non-invasif yang bekerja dengan menghantarkan panas ke lapisan dermis untuk merangsang produksi kolagen alami.

Kulit yang kendur, kata dia, dapat dianalogikan seperti kain kusut yang disetrika sehingga menjadi lebih kencang dan memberikan efek lifting serta tightening.

Selain itu, lanjutnya, teknologi ini mampu mengatasi kulit kendur di wajah dan leher, membentuk garis rahang (V-shape), serta mengurangi kerutan dan pori-pori besar.

“Kolagen tetap terstimulasi tanpa jarum maupun bahan injeksi, sehingga lebih aman dan nyaman,” ucapnya.

Menurut dia, prosedur Oligio tergolong cepat dengan durasi sekitar 30–60 menit dan memberikan hasil instan yang terus membaik dalam 1–3 bulan.

“Untuk area pipi bahkan bisa selesai sekitar 20 menit dan pasien bisa langsung pulang tanpa pantangan,” katanya.

Ia menambahkan hasil perawatan dapat bertahan hingga 9–12 bulan sehingga tidak memerlukan pengulangan dalam waktu dekat.

Sementara itu, ia juga menyebut teknologi tersebut cocok untuk berbagai jenis kulit, termasuk pasien dengan toleransi rendah terhadap rasa sakit, serta memberikan sensasi hangat dan nyaman karena dilengkapi sistem pendingin.

“Selama pameran tersedia paket perawatan dengan harga khusus, di mana satu paket 600 shot untuk full face mendapat potongan hingga Rp10 juta dibanding harga normal,” tuturnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026