Pasuruan - Operator seluler Telkomsel menerapkan teknologi "Mobile Virtual Private Network" (MVPN) di Koperasi Baitul Maal wat Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (BMT-UGT) Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk kebutuhan komunikasi karyawan. Head of Corporate Account Management Group Telkomsel Primadi K Putra di Pasuruan, Rabu, mengatakan teknologi MVPN akan memudahkan komunikasi dan koordinasi sesama karyawan koperasi Sidogiri yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. "Layanan ini merupakan 'short code number' 4-6 digit bagi karyawan koperasi dan ke depannya bisa diaplikasikan ke seluruh Sidogiri Network Forum," katanya usai penandatanganan kerja sama dengan pengelola Koperasi Sidogiri. Melalui teknologi ini, lanjut Primadi, karyawan atau kepala koperasi bisa langsung menghubungi nomor MVPN sebagai nomor khusus pegawainya dan dijawab melalui telepon seluler pemilik nomor tersebut. Ia menambahkan pada tahap awal, pihaknya menyiapkan 846 nomor MVPN bagi karyawan koperasi tersebut dan diperbanyak sesuai kebutuhan. Koperasi BMT-UGT Sidogiri dinobatkan sebagai koperasi jasa keuangan syariah terbesar di Indonesia oleh Kementerian Koperasi pada 2012. Hingga akhir 2012, Koperasi Sidogiri yang memiliki lebih dari 203.000 anggota dan 192 gerai tersebar di seluruh Indonesia, membukukan omzet sekitar Rp3,1 triliun dan aset Rp662 miliar. Head of Corporate Account Management Telkomsel Area Jawa Bali, Ericson Sibagariang, menjelaskan konsep dari teknologi MVPN adalah nomor ekstensi instansi pemerintahan atau perusahaan berpindah ke ponsel dengan "short code number", tanpa mengubah nomor kartu HALO korporasi karyawan. "Setelah Pasuruan, kami akan menggarap koperasi di daerah lain, seperti Jember, Malang dan kabupaten/kota di wilayah Jawa Bali," ujarnya. Saat ini, lanjut Ericson, terdapat lebih dari 500.000 pelanggan kartu HALO yang tersebar di 2.897 perusahaan di wilayah Jawa Bali. (*)

Pewarta:

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013