Pengelola pusat data DC-Land memproyeksikan Surabaya menguat sebagai hub digital Indonesia Timur seiring tren kebutuhan layanan data center yang terus melonjak secara global, dengan target ekspansi kapasitas hingga 30 Megawatt (MW).

Managing Director DC-Land Perry Yoranouw mengatakan fasilitas pusat data tersebut saat ini beroperasi dengan daya 3 MW dan kapasitas 43 rak, namun kebutuhan di Jawa Timur diproyeksikan meningkat tajam dalam beberapa tahun ke depan.

“Potensi optimal untuk Indonesia Timur sebenarnya berada di kisaran 20-30 MW,” kata Perry saat peresmian DC Land di Intiland Tower Surabaya, Jumat.

Meskipun demikian, Perry menyampaikan kapasitas awal tersebut menjadi fondasi pengembangan seiring meningkatnya aktivitas digital yang mendorong pertumbuhan kebutuhan pusat data.

Selain itu, menurut dia, tingkat keterisian tahap awal dinilai menjanjikan karena sekitar 50 persen rak telah terisi oleh pelanggan dari segmen IoT, e-commerce, serta penyedia layanan internet.

“Targetnya, pada akhir 2026 kapasitas akan ditingkatkan menjadi 100 rak,” ucapnya.

Sementara itu, VP Government Relation Jawa Timur ION Network Teguh Suprayitno mengatakan pemilihan Surabaya didasarkan pada posisi strategis kota tersebut sebagai gerbang utama Indonesia Timur sekaligus titik kumpul (cyber hub) berbagai penyedia layanan internet sejak 2019.

“Banyak operator dan ISP bergantung di sini,” kata Teguh.

Menurut dia, pengembangan fasilitas pusat data tersebut didukung jaringan kabel laut milik perusahaan untuk memperkuat jalur distribusi data di Jawa Timur hingga Indonesia Timur.

Sekaligus, dalam operasional DC Land, pihaknya menerapkan standar Tier 3 (R3) dan sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data.

“Ini adalah sinergi antara pemilik lokasi strategis dengan penyedia jalur data,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Intiland Simon J. Wirawan menyebut pengembangan pusat data menjadi langkah adaptif di tengah ketatnya persaingan pasar gedung perkantoran sekaligus optimalisasi aset untuk memperkuat pendapatan berkelanjutan. 

“Kami harus berinovasi dengan produk yang sesuai kebutuhan zaman,” ucap Simon.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026