Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/2), memperkuat harmoni bangsa melalui dialog lintas ormas dan tokoh keagamaan nasional.

“Pertemuan ini sangat positif menurut saya. Betapa bahwa Bapak Presiden Prabowo menyiapkan waktu untuk melakukan silaturahmi dan dialog dengan lintas ormas, tokoh pesantren serta tokoh Islam di Indonesia,” kata Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.

Ia optimistis forum tersebut menjadi kesempatan baik memperkuat bangunan harmoni lintas organisasi kemasyarakatan guna mewujudkan bangsa Indonesia yang damai.

Ia mengatakan kehadiran para tokoh organisasi kemasyarakatan keagamaan Islam berkontribusi besar dalam mewujudkan harmonisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Semakin tinggi intensitas silaturahim, katanya, akan semakin baik bagi persatuan bangsa.

"Silaturahim ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Terlebih seperti sekarang ini bersama Bapak Presiden Prabowo," ujarnya.

Khofifah menyampaikan para pimpinan lintas organisasi kemasyarakatan Islam telah berperan dalam berbagai program strategis nasional, di antaranya implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kontribusi juga terlihat melalui peran wali asuh dan wali asrama untuk Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur, serta sinergi dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Ia optimistis pertemuan tersebut akan menghasilkan rumusan plan of action bersama yang berdampak nyata bagi bangsa, negara, dan masyarakat.

"Pertemuan ini insyaallah akan menjadi pertemuan yang produktif antara pimpinan lintas organisasi kemasyarakatan Islam dengan Presiden Prabowo di Istana Negara Jakarta," katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri, antara lain Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Menteri Sosial, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026