Pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Books 2026 di Surabaya, Jawa Timur, menghadirkan lebih dari lima juta judul yang digelar di Convention Center Tunjungan Plaza 3 pada 29 Januari–8 Februari 2026.

“Di tahun ke-10 ini kami ingin memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Kami menghadirkan buku dengan harga mulai Rp15 ribu, Rp25 ribu, Rp35 ribu, sampai Rp75 ribu, ditambah banyak promo spesial dan giveaway,” ujar Direktur BBW Books Indonesia Marthius Wandi Budianto di Surabaya, Selasa.

Marthius mengatakan penyelenggaraan BBW Surabaya 2026 menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Big Bad Wolf hadir di Indonesia.

Karena itu, penyelenggara menghadirkan berbagai promo khusus dengan potongan harga hingga 90 persen serta tetap mempertahankan konsep tanpa biaya tiket masuk.

Ia menegaskan BBW Books berkomitmen menjadikan buku sebagai produk yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, BBW hingga kini masih menjadi salah satu ajang berskala besar yang tidak memungut biaya masuk sama sekali.

“Kami ingin buku bisa diakses semua kalangan dan tidak menjadi barang mahal untuk memulai budaya membaca,” katanya.

Untuk BBW Surabaya 2026, panitia membawa lebih dari lima juta buku dari berbagai kategori, mulai dari buku anak, fiksi, nonfiksi, hingga koleksi populer internasional.

Marthius menyebut buku anak masih menjadi kategori paling diminati, meski koleksi fiksi dan nonfiksi terbaru juga disiapkan.

“Children book masih paling banyak dicari, tapi kami juga membawa koleksi populer seperti Harry Potter, Hunger Games, serta buku-buku fiksi dan nonfiksi terbaru,” katanya.

Surabaya dipilih sebagai kota pembuka rangkaian BBW 2026 karena dinilai strategis dari sisi logistik dan distribusi.

Selain itu, tren kunjungan BBW di Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

“Surabaya kota besar dan strategis, apalagi dekat pelabuhan. Tahun lalu respons masyarakat sangat baik, peminatnya terus meningkat,” ujarnya.

Marthius juga optimistis minat masyarakat terhadap buku tetap tinggi di tengah tantangan ekonomi. Menurutnya, investasi di bidang edukasi dan pengembangan diri cenderung tetap menjadi prioritas masyarakat.

“Tantangan ekonomi ada, tapi biasanya masyarakat tidak ragu berinvestasi di pendidikan dan self-improvement. Buku masih relevan dan dibutuhkan,” ucapnya.

Untuk memudahkan pengunjung, BBW Books tahun ini menggandeng Lion Cargo sebagai mitra logistik resmi. Pengunjung yang membeli buku dalam jumlah besar dapat langsung mengirimkan belanjaannya melalui layanan kargo.

Melalui BBW Surabaya, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki akses terhadap buku berkualitas dan terjangkau.

“Target kami sederhana, semakin banyak orang datang, semakin banyak calon pembaca baru. Dampaknya kami harapkan terasa hingga generasi berikutnya,” kata Marthius.

Pewarta: Willi Irawan

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026