Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersinergi dengan pengembang gim global, Moonton Games, resmi membuka grand tournament "Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School 2025" sebagai upaya membina karakter pelajar melalui ekosistem esport yang sehat.

Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games Erina Tan di Surabaya, Kamis, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan respons terhadap tingginya minat gim di kalangan pelajar usia dini yang harus diarahkan ke jalur positif.

"Ketika generasi muda menyukai gim kami, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mengarahkan mereka bermain secara sehat, terstruktur, dan bermakna. Hal ini kami wujudkan melalui pendampingan tepat dan kolaborasi erat dengan dunia pendidikan," ujar Erina.

Ia menjelaskan, turnamen yang menyasar siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut, berlandaskan program MLBB Teacher Ambassador, di mana guru berperan aktif sebagai pendamping siswa.

Hingga saat ini, kata dia, program tersebut telah menjangkau 328 sekolah yang tersebar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto.

Ia menambahkan, Jawa Timur dipilih sebagai wilayah perintis atau pilot project karena kesiapan infrastruktur pendidikan dan dukungan aktif dari tenaga pengajar.

"Fokus kami tetap pada pendidikan dan pengembangan karakter. Ini pembelajaran bagi kami untuk mengembangkan program yang lebih terstruktur ke depannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati, yang mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menekankan pentingnya keseimbangan antara hobi dan prestasi akademik.

"Kami titip pesan kepada bapak dan ibu guru untuk membantu pengawasan. Anak-anak harus tetap sehat dan bijak menggunakan gawai. Kegiatan seperti ini harus berjalan seimbang dengan proses belajar di sekolah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur Hadi Wawan menilai ajang ini sebagai momentum pembinaan atlet usia dini.

Menurut dia, jenjang SD dan SMP adalah fase fundamental untuk mendeteksi bibit-bibit unggul di bidang olahraga prestasi.

"Kami memantau hasilnya karena ini bagian dari proses melihat perkembangan bibit atlet. Kami berterima kasih kepada Moonton yang menjadikan Jawa Timur sebagai lokasi perintis. Harapannya, kegiatan positif ini bisa menjangkau seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur," ujarnya.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin

Editor : Astrid Faidlatul Habibah


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026