Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat program pemulihan adiksi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang digelar di aula rutan setempat, Kamis.

"Kami menggelar pembinaan berbasis pemulihan melalui program rehabilitasi narkotika yang berfokus pada pemulihan adiksi bagi warga binaan pemasyarakatan," kata Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan Galih Setiyo Nugroho di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya kegiatan itu mencakup pemberian materi pemulihan adiksi, pendalaman wawasan tentang pola ketergantungan serta sesi diskusi kelompok yang didampingi psikolog.

"Seluruh rangkaian dirancang untuk membantu WBP memahami akar permasalahan adiksi, meningkatkan kesadaran diri serta mengembangkan kemampuan regulasi emosi dan perilaku yang lebih sehat," tuturnya.

Ia mengatakan rehabilitasi merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis dan menyeluruh, sehingga melalui kegiatan rehabilitasi itu ingin dipastikan bahwa setiap WBP memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendampingan yang tepat agar mampu keluar dari siklus ketergantungan.

"Program pemulihan seperti itu menjadi langkah strategis agar WBP tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga memperoleh ruang untuk memperbaiki diri secara mental, sosial dan emosional," katanya.

Sementara Kasubsie Pelayanan Tahanan M. Yasin Zaini menekankan proses rehabilitasi tidak berhenti pada penyampaian materi dan kehadiran psikolog dalam proses itu menjadi elemen penting dalam membangun kesadaran baru bagi WBP.

"Rehabilitasi bukan hanya soal materi, tetapi juga proses refleksi dan pendalaman diri. Pendampingan psikolog membantu WBP memahami pola perilaku dan mengembangkan strategi untuk mengurangi risiko ketergantungan," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk mengevaluasi alur kunjungan dan prosedur pembinaan agar semakin efektif, ramah dan mudah dipahami masyarakat.

"Petugas kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, ramah dan sesuai prosedur sehingga masyarakat merasa terbantu dan dihargai," katanya.

Pewarta: Zumrotun Solichah

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2025