PLTS di pondok pesantren
- 16 Mei 2019 23:26
Teknisi mengamati layar monitor pengolahan listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/zk.
Pekerja membersihkan panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/zk.
Ketua Pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah, Sunarto (kanan) mengamati panel surya yang juga berfungsi ganda sebagai atap bangunan di Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pondok pesantren tersebut membangun PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter yang mampu menghasilkan listrik sebesar 220.000 Watt per hari. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/zk.
Panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terlihat dari atas di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/zk.
Pekerja membersihkan panel surya pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di pondok pesantren Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wali Barokah di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019). Pembangunan PLTS senilai Rp10 miliar dengan panel surya seluas 41 meter x 40 meter tersebut mampu menghasilkan listrik 220.000 Watt per hari. Antara Jatim/Prasetia Fauzani/zk.