Gresik - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami kenaikan sebesar Rp20 ribu, dari awalnya hanya Rp55 ribu naik menjadi Rp75 ribu setiap kilogramnya. Salah satu pedagang sapi di Pasar Baru Gresik Turkhan Badri, Kamis mengatakan, kenaikan harga daging sapi disebabkan kelangkaan stok, sehingga pedagang kesulitan mendapatkan pasokan daging dari berbagai daerah. "Di sejumlah pusat peternakan sapi Kabupaten Gresik stoknya juga terus berkurang, hal ini yang membuat harga daging sapi mengalami kenaikan," ucapnya. Dikatakannya, kelangkaan daging sapi sudah terjadi sejak sepekan lalu dan mengakibatkan pedagang daging sapi di Gresik beralih ke daging ayam, bahkan ada yang berhenti berdagang. "Di sini hanya terlihat beberapa pedagang saja yang masih berjualan daging sapi, sebab kelangkaan daging ini membuat sebagian pedagang mengalihkan menjual daging ayam atau hewan unggas lainnya, bahkan sebagian pedagang ada yang tidak berjualan," tuturnya. Pedagang lain, Hardy Santoso mengaku sulitnya pedagang mencari pasokan daging sapi membuat penjualan daging sapi juga menurun drastis, dari awalnya bisa menjual 1 kwintal/hari menjadi hanya 60 kilogram/hari. "Dalam sehari, para pedagang hanya bisa menjual sebanyak daging 60 kilogram saja, dibandingkan sebelumnya yang bisa menjual 1 hingga 2 kwintal," katanya. Menanggapi naiknya harga daging sapi, Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Andy Hendra Wijaya mengaku pemkab berencana melakukan pantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di Gresik. Pantauan dilakukan untuk mendata sejumlah pasar yang mengalami kelangkaan paling parah, sehingga bisa ditemukan solusinya. Dikatakannya, kenaikan harga daging sapi tidak hanya terjadi di Gresik, melainkan di berbagai daerah sebab pasokan daging sapi di wilayah Gresik juga berasal dari berbagai daerah. "Masalah ini perlu dikoordinasikan dengan Pemprov Jatim, sebab kenaikan harga daging sapi juga masalah berbagai daerah di Jatim, dan diharapkan bisa diambil kebijakan bersama," ujarnya.(*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026