Pamekasan - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi se-Pamekasan, Madura, Rabu, berunjuk rasa menyerukan kepada masyarakat agar pelaksanaan pilkada berlangsung secara damai.
Aksi para aktivis organisasi intra kampus ini digelar di area monumen Arek Lancor, Pamekasan. Mahasiswa menggelar orasi menyerukan agar masyarakat mengikuti proses politik dalam ajang pemilihan kepala daerah secara damai.
"Pesta demokrasi adalah pesta rakyat. Oleh karenanya mari kita ciptakan suasana politik di Pamekasan ini dengan aman dan damai," kata Presiden Mahasiswa (Presma) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan.
Selain menggelar orasi, para aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Pamekasan ini juga membagi-bagi brosur kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di wilayah itu.
Elman menyatakan, di era demokrasi seperti sekarang ini, masyarakat dituntut untuk bersikap merdeka dalam menentukan pilihan. Penyampaian aspirasi juga perlu dilakukan secara damai, tidak terprovokasi oleh kepentinga kelompok-kelompok tertentu, apalagi hingga melakukan perusakan.
"Mari kita menyikapi proses politik di Pamekasan ini secara arif dan bijaksana, dan serahkan semuanya kepada pihak berwenang melalui proses politik yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Elman.
Ada sebanyak 1.000 lembar brosur yang berisi seruan agar masyarakat ikut menciptakan suasana pilkada Pamekasan secara damai yang disebarkan para aktivis mahasiswa, perwakilan dari berbagai perguruan tinggi se-Pamekasan itu.
Hampir semua pengendaraan kendaraan bermotor yang melintas di area Monumen Arek Lancor Pamekasan diberi brosur yang berisi seruan pilkada damai oleh aliansi BEM se-Pamekasan ini.
Ada lima imbauan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi yang digelar, Rabu itu.
Pertama, BEM se-Pamekasan itu menyerukan kepada masyarakat agar memilih calon bupati dan wakil bupati Pamekasan pada pilkada yang akan digelar 9 Januari 2013 itu sesuai hati nurani, bukan karena orang lain atau paksaan dari kelompok tertentu.
"Kami juga menyerukan kepada masing-masing pasangan calon dan tim sukses pasangan calon agar tidak menggunakan praktik politik uang untuk meraih dukungan masyarakat," kata Elman menjelaskan.
Sebab menurut dia, praktik politik uang merupakan praktik yang tidak sehat, dan mengotori proses demokrasi.
Tuntutan ketiga, aliansi BEM se-Pamekasan ini meminta agar masyarakat bisa proaktif ikut menjaga dan menciptakan suasana politik yang aman dan kondusif di Pamekasan.
"Kami juga meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kampanya hitam yang sering dilakukan oleh oknum masyarakat dengan tujuan untuk memperkeruh situasi," katanya menjelaskan.
Sedangkan pada poin lima, BEM se-Pamekasan ini juga menyerukan agar masyarakat tetap
menjaga solidaritas dan menghargai perbedaan pilihan dalam pelaksanaan pilkada.
"Jangan pertaruhkan persaudaraan dan persahabatan yang kita bina selama ini, hanya
karena beda pilihan politik dalam pilkada," terang Elman.
Sementara, aksi kampanye damai yang digelar Aliansi BEM se-Pamekasan ini mendapatkan penjagaan dari petugas kepolisian, gabungan dari berbagai kesatuan, seperti Polantas, Reskrim, Samapta dan Intelkan Polres Pamekasan. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.