Jember - Calon haji asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang berangkat tahun ini sebanyak 1.380 orang dan sebagian besar berlatar belakang pendidikan sekolah dasar (SD) sehingga untuk menjelaskan tata cara pelaksanaan haji, petugas Kementerian Agama setempat harus lebih lebih rinci.
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kementerian Agama Jember, Misbakhul Munir, Rabu, mengatakan sebanyak 1.380 calon haji berlatar belakang pendidikan SD, bahkan sebagian dari mereka tidak lulus SD.
"Jumlah calon haji Jember yang berangkat tahun ini mencapai 2.321 orang dan 60 persen di antaranya hanya lulusan SD," tuturnya.
Setelah ditelusuri lebih detail, lanjut dia, 50 persen dari 1.380 calon haji berpendidikan SD ternyata tidak lulus sekolah dasar.
"Kami bisa mengetahui pendidikan calon haji karena hal itu tercantum dalam kartu keluarga (KK) yang menjadi salah satu syarat kelengkapan administrasi untuk menunaikan ibadah haji," katanya.
Menurut dia, banyaknya calon haji Jember yang berlatar belakang lulusan SD tersebut membuat petugas Kemenag harus memberikan penjelasan ekstra tentang tata cara dan aturan dalam pendaftaran, serta pelaksanaan ibadah haji.
"Antusias warga Jember untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi dan hal itu terbukti banyaknya calon haji yang mendaftar di Kantor Kemenag, bahkan kuota haji tahun 2022 sudah habis," katanya.
Kuota haji Jember awalnya sebanyak 2.327 orang, namun mendapat tambahan menjadi 2.321 orang yang terbagi dalam enam kelompok terbang (kloter) yakni kloter 66, 67, 68, 69, 70, dan 71 dengan jadwal keberangkatan 14-15 Oktober 2012.
"Kloter 71 merupakan kloter gabungan calon haji Jember dengan calon haji Kabupaten Situbondo," ujarnya menambahkan.
Misbakhul mengimbau calon haji Jember menjaga kesehatannya selama menunaikan ibadah haji, sehingga bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk tanpa terganggu dengan sakit.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.