Jember - Pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Tradisional Jember (APTJ) berdemonstrasi menuntut pengesahan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pasar Tradisional, Toko Modern, Pusat Perbelanjaan di halaman DPRD Jember, Jumat. Perwakilan APTJ, Bambang, mengatakan para pedagang tradisional mengeluhkan banyaknya minimarket yang berdiri, bahkan jaraknya terlalu dekat dengan toko tradisional yang mengakibatkan pendapatan toko tradisional menurun. "Toko saya diapit oleh dua minimarket dan jaraknya sangat dekat, padahal banyaknya toko modern dapat mematikan pasar tradisional," katanya. Untuk itu, kata dia, pedagang sangat mendukung pengesahan Raperda Pasar Tradisional, Toko Modern, Pusat Perbelanjaan karena dalam raperda tersebut pendirian toko modern dibatasi dan diatur sedemikian rupa. "Pasar modern sudah menjamur di Jember, sehingga banyak pedagang kecil di pasar tradisional yang gulung tikar," ujarnya menambahkan. Selain pedagang, mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) juga menggelar unjuk rasa dengan tuntutan yang sama yakni mendesak pengesahan Raperda Pasar Tradisional, Toko Modern, Pusat Perbelanjaan. "Hingga kini Bupati Jember belum juga mengesahkan raperda yang mengatur pasar tradisional dan pasar modern, sehingga kami mendesak raperda itu segera disahkan," kata koordinator aksi KAMMI, Nasaruddin. Menurut dia, Pemkab Jember harus memperketat perizinan pembangunan minimarket dan menghentikan pemberian izin kepada investor yang akan membangun toko modern, sehingga toko tradisional tidak gulung tikar. "Mahasiswa mendesak Raperda Pasar Tradisional, Toko Modern, Pusat Perbelanjaan segera disahkan, sehingga ada penataan dan pembatasan terhadap toko modern," katanya menambahkan. KAMMI Jember juga melakukan survei kepada pedagang tradisional di sekitar kampus Universitas Jember tentang menjamurnya toko modern dan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 73 persen responden mengaku tokonya bertambah sepi dan 80 persen responden mendukung segera disahkan Raperda Pasar Tradisional, Toko Modern, Pusat Perbelanjaan. Demonstrasi dua elemen baik dari mahasiswa dan pedagang ditemui oleh anggota DPRD Jember antara lain Ayub Junaidi, Abdul Halim dan Lilik Niamah.


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026