New York - Wall Street berakhir bervariasi (mixed) pada Kamis (Jumat pagi WIB), pulih setelah data ekonomi buruk di AS, Eropa dan China mendorong pasar lebih rendah pada awal perdagangan.
Saham perawatan kesehatan dan utilitas bernasib baik, sedangkan sektor transportasi mengalami kerugian signifikan, jatuh sebesar 2,6 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 18,97 poin (0,14 persen) menjadi 13.596,93.
Indeks saham S&P 500 kehilangan 0,79 poin (0,05 persen) pada 1.460,26, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq turun 6,66 poin (0,21 persen) menjadi 3.175,96.
Sebelumnya, pasar Asia dan Eropa ditutup melemah tajam menyusul data buruk indeks pembelian manajer (PMI) menunjukkan kontraksi lanjutan dalam aktivitas industri di kedua kawasan.
Sementara itu data AS sebagian besar suram: sebuah angka klaim pengangguran mingguan yang tidak baik, penurunan kecil dalam indeks indikator ekonomi utama Conference Board, dan berlanjutnya angka negatif dalam indeks aktivitas ekonomi Federal Reserve untuk wilayah Philadelphia.
"Apa yang kuat selama bagian awal dari pemulihan ekonomi semakin
lemah sekarang dan apa yang lemah semakin kuat," kata Gary Thayer dari Wells Fargo Advisors.
JC Penney anjlok 11,2 persen setelah kepala eksekutif peritel yang kesulitan itu memberikan peringatan bahwa penjualannya mungkin terus menjadi lemah selama sisa tahun ini.
Simon Property, pemilik ratusan mal di seluruh negeri, jatuh
3,0 persen setelah gagal memenuhi perkiraan meskipun laporan pendapatan kuartalannya mantap.
ExxonMobil meningkat 1,1 persen di tengah berita bahwa ia telah membeli aset produktif Bakken Shale di North Dakota dan Montana sebesar 1,6 miliar dolar AS tunai dan swap aset dari Denbury Resources yang berbasis di Texas.
Saham Bed Bath and Beyond turun 9,8 persen setelah laba kuartal keduanya di bawah perkiraan analis. Laba untuk kuartal ini adalah 224,3 juta dolar AS, 98 sen per saham, dibandingkan dengan 93 sen per saham setahun sebelumnya.
Saham News Corp naik tipis 0,6 persen setelah pengawas media Inggris memutuskan untuk mengizinkan anak perusahaannya BSkyB dengan kepemilikan 39 persen untuk tetap memegang lisensi siaran di tengah skandal penyadapan telepon.
Sementara Apple jatuh kembali di bawah garis 700 dolar AS, tergelincir 0,5 persen menjadi berakhir pada 698,70 dolar AS.
Obligasi diperdagangkan datar, imbal hasil Treasury 10-tahun bertahan pada 1,78 persen dan yield pada obligasi 30-tahun di 3,03 persen. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.