Diyarbakir, Turki - Pemberontak Kurdi yang membawa peluncur roket dan senapan mesin menyerang sebuah pangkalan pasukan keamanan di Turki tenggara, menyulut bentrokan yang menewaskan 30 orang, kata beberapa pejabat setempat, Senin. Sepuluh prajurit tewas dalam serangan di wilayah Sirnak itu, kata pemerintah, sementara beberapa sumber lain menyebutkan bahwa sekitar 20 gerilyawan Partai Buruh Kurdistan (PKK) juga tewas. Gubernur provinsi itu Vahdettin Ozkan mengatakan, militan menyerang kompleks keamanan di Beytussebap, yang terletak sekitar 40 kilometer dari perbatasan Irak, pada Minggu larut malam. Polisi dan pasukan membalas serangan itu, dan terjadi bentrokan yang merupakan salah satu pertempuran paling mematikan dalam beberapa bulan ini. "Perang terhadap terorisme akan terus berlangsung di semua aspek," kata Deputi Perdana Menteri Bekir Bozdag dalam pernyataan yang disiarkan televisi. Bulan lalu, 10 orang yang mencakup warga sipil tewas dalam serangan bom mobil yang dituduhkan pada separatis Kurdi di kota wilayah tenggara, Gaziantep, yang menimbulkan amarah nasional. Pemerintah meluncurkan ofensif militer besar-besaran terhadap PKK pada 23 Juli yang menurut mereka menewaskan 115 pemberontak Kurdi. Dalam salah satu insiden tunggal paling mematikan pada Juni, 28 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan Turki dan gerilyawan Kurdi setelah serangan anggota PKK terhadap sebuah pos militer di dekat perbatasan Irak. Perundingan antara Turki dan PKK untuk mengakhiri kekerasan menemui jalan buntu dan tahun lalu pertempuran berkobar lagi. Puluhan militan, prajurit dan warga sipil tewas. Ratusan orang juga ditangkap atas tuduhan diam-diam mendukung PKK. Pada April, militan PKK membunuh dua prajurit dan mencederai tiga orang di sepanjang perbatasan Irak. Pada Maret, pasukan keamanan Turki membunuh 15 gerilyawati Kurdi di provinsi Bitlis, Turki tenggara, sementara pemberontak membunuh lima personel pasukan khusus kepolisian di provinsi Sirnak. Pasukan Turki menggencarkan operasi terhadap gerilyawan PKK pada tahun lalu setelah serangan gerilya kelompok itu meningkat. Pada Desember, sekitar 3.000 prajurit yang didukung oleh pesawat dan helikopter serang melancarkan operasi setelah mengidentifikasi kelompok sekitar 30 gerilyawan PKK di Gunung Goresi di perbatasan provinsi-provinsi Elazig dan Diyarbakir di Turki tenggara. Belasan militan tewas dalam bentrokan-bentrokan yang terjadi, kata sejumlah pejabat Turki. Selama November, pasukan Turki juga melancarkan sejumlah serangan udara terhadap sasaran Kurdi di Irak utara, sebagai bagian dari operasi yang terus dilakukan terhadap kelompok gerilya PKK yang berpangkalan di kawasan terpencil itu. Turki, Uni Eropa dan AS menganggap Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai sebuah organisasi teroris. Militer Turki melancarkan serangan-serangan udara dan operasi darat terbatas ke Irak utara sejak Agustus 2011 menyusul gelombang serangan gerilyawan PKK, setelah macetnya gencatan senjata sebelumnya. PKK melancarkan serangan-serangan dari tempat persembunyian mereka di kawasan pegunungan terpencil Irak sebagai bagian dari perang mereka untuk memperoleh hak dan otonomi lebih besar bagi penduduk Kurdi. Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984. Para pemimpin Turki bulan Oktober berjanji membalas dengan serangan-serangan udara dan darat setelah PKK melancarkan salah satu serangan paling mematikan dalam konflik itu, yang menewaskan 24 prajurit Turki. Serangan tersebut dilakukan di pos militer di wilayah selatan Turki. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026