Surabaya - Rektor ITS Surabaya Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA menegaskan bahwa pihaknya bertekad mencetak pemimpin antikorupsi yang lahir dari perguruan tinggi teknik itu.
"Sebagai perguruan tinggi, ITS akan mengedepankan proses untuk mencetak pemimpin yang antikorupsi dan menghindari pragmatisme," katanya di Surabaya, Kamis.
Ia mengemukakan hal itu saat berpidato di hadapan 4.878 mahasiswa baru dalam penerimaan mahasiswa baru ITS dari program pascasarjana, sarjana, diploma, dan pendidikan profesi.
Menurut dia, perekonomian Indonesia sudah baik dalam kisaran enam persen di tengah krisis di Eropa, namun masyarakat belum sejahtera.
"Kesejahteraan masyarakat akan meningkat bila perekonomian lebih baik lagi dan untuk itu diperlukan pemimpin masa depan yang beriman, bertakwa, menguasai iptek, dan antikorupsi," katanya.
Oleh karena itu, ITS bertekad mencetak pemimpin yang cerdas, amanah, kreatif, jujur, mementingkan kebersamaan, menghindari pragmatisme, dan santun.
"Semuanya itu akan ada dari calon pemimpin yang hidupnya mengutamakan proses. Mereka yang mementingkan proses dalam hidupnya adalah mereka yang suka pelatihan, suka mendengar, suka bertanya, dan sebagainya," katanya.
Dalam kesempatan itu, ribuan mahasiswa menerima motivasi dari alumni ITS yakni Akhmad Guntar S.Kom MT yang memaparkan pentingnya menjadi "juara" melalui orientasi, kompetensi, dan reputasi.
"Lulus tepat waktu dengan IPK tinggi itu penting, tapi membangun orientasi itu yang lebih penting, sebab IPK tinggi dengan 'membeli' itu akan mengalami kesulitan dalam kehidupan nantinya. Para juara lahir dari proses, seperti pelawak Sule, Agnes Monica, Beatles, Bill Gates, semuanya tidak instan," katanya.
Ke-4.878 mahasiswa baru itu terdiri dari 430 mahasiswa pascasarjana, 3.666 mahasiswa S-1 (sarjana), 773 mahasiswa diploma, lima mahasiswa pendidikan profesi arsitektur, dan empat mahasiswa asing dari Timor Leste dan Belanda.
"Untuk 3.666 mahasiswa S-1 itu meliputi 674 mahasiswa dari jalur SNMPTN undangan, 1.638 mahasiswa jalur SNMPTN tulis, 887 mahasiswa kemitraan dan jalur mandiri, dan 145 mahasiswa kerja sama. Mahasiswa kerja sama itu dengan Kemenag, Pemprov Papua, dan ITK (Kalimantan)," kata Pembantu Rektor I ITS, Prof Herman Sasongko. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.