Bojonegoro - Harga kedelai impor asal Amerika Serikat di tingkat pengecer di Bojonegoro menurun sekitar Rp200 perkilogram.
"Harga kedelai hari ini turun, tapi kami kurang tahu penyebabnya," kata pedagang kedelai di Pasar Besar Bojonegoro Nyonya Maidah yang dibenarkan pedagang lainnya, Nyonya Maisah, Minggu.
Ia menyebutkan, harga kedelai kualitas bagus harga pembelian turun menjadi Rp7.400 per kilogram yang semula Rp7.600 perkilogram dan harga penjualan yang semula Rp7.800 per kilogram, turun menjadi Rp7.600 perkilogram.
Kedelai kualitas sedang harga pembelian semula Rp7.400 perkilogram, turun menjadi Rp7.300 perkilogram dan harga penjualan ke konsumen yang semula Rp7.650 perkilogram turun menjadi Rp7.500 perkilogram.
"Kedelai lokal harganya lebih tinggi mencapai Rp8.000 per kilogram, tapi stoknya langka, karena tanaman kedelai musim kemarau sekarang ini baru berusia sebulan," ucap Maidah, mengungkapkan.
Mengenai omzet pedagang kedelai yang biasa memasok perajin tahu dan tempe, menurut pedagang kedelai lainnya Muis (48), di Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota, semuanya menurun, setelah harga kedelai merangkak naik sejak dua bulan terakhir.
Penurunannya, lanjutnya, hampir mencapai 50 persen dibandingkan harga kedelai ketika masih normal sekitar Rp5.500 per kilogram.
Ia mencontohkan, dirinya bisa menjual 1 ton per hari kepada 15 perajin tahu langganannya dan setelah harga kedelai naik, penjualan kedelainya turun menjadi hanya sekitar 6 kuintal per hari, sebab perajin tahu mengurangi produksinya.
Bahkan, lanjutnya, para perajin tahu yang mengurangi produksinya banyak yang masih menunggak belum membayar kedelai hingga tiga kali.
"Sama saja, saya juga mengalami penurunan penjualan kedelai, bahkan kedelai saya yang belum dibayar perajin tahu jumlahnya jutaan rupiah," ujar Maisah, dengan nada prihatin.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Tahu dan Tempe Desa Ledokkulon, Kecamatan Kota Arifin, mengharapkan, Pemerintah memberikan subsidi kedelai yang dibeli perajin tahu dan tempe sebagaimana yang pernah dilakukan pada 2008 ketika harga kedelai tinggi.
"Dalam kondisi harga kedelai seperti sekarang ini, perajin tahu tetap berjualan tetapi sifatnya hanya bertahan dengan berbagai cara termasuk berutang dalam memperoleh kedelai," katanya, mengungkapkan.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.