Jember - Universitas Jember akan memperbanyak perkuliahan menggunakan Bahasa Inggris untuk program sarjana atau S-1 dalam rangka menjaring lebih banyak mahasiswa asing menempuh studi di kampus itu. "Terlebih lagi untuk magister, sehingga makin banyak mahasiswa asing yang tertarik untuk kuliah di Kampus Tegalboto ini," kata Rektor Unej Moch Hasan, MSc, PhD di Jember, Jatim, Kamis. Ia mengemukakan bahwa pertimbangan memperbanyak perkuliahan dengan menggunakan bahasa asing itu merupakan masukan dari Ketua Mahasiswa Libya di Malang Hesham Mohamed Al Laroussi saat berkunjung ke kampus itu. Rektor juga berjanji untuk mempertimbangkan berbagai masukan dari Hesham yang kini tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA Universitas Brawijaya Malang ini. Kepada Rektor Hesham menjelaskan bahwa pemerintah Libya memberikan kesempatan luas bagi pelajar dan mahasiswa di negaranya untuk meneruskan studi ke luar negeri melalui berbagai beasiswa, baik untuk tingkat sarjana, magister maupun doktoral. Menurut Hesham saat ini ada sekitar 200 mahasiwa asal Libya yang belajar di Indonesia yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri. Di Malang ada 65 mahasiswa Libya yang kuliah di Universitas Brawijaya dan UIN Maulana Malik Ibrahim. Hesham rencananya akan menyebarluaskan informasi mengenai Universitas Jember kepada pelajar dan mahasiswa di Libya agar lebih banyak yang berminat kuliah di Indonesia, khususnya di Universitas Jember. "Kami ingin lebih banyak mahasiswa asal Libya yang belajar di Indonesia. Coba bandingkan dengan mahasiswa asal Libya yang kuliah di Malaysia, jumlahnya sekitar 2.000 orang," kata mahasiswa asal Kota Tripoli ini. Mengenai kunjungannya ke Unej, ia mengemukakan bahwa dirinya memanfaatkan liburan kuliah saat Ramadhan. ia berusaha mencari informasi lengkap mengenai berbagai perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya Universitas Jember. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026