Blitar - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) datang ke Kabupaten Blitar, untuk mengumpulkan data tentang masalah sengketa lahan antara pihak perkebunan dengan warga yang sampai saat ini belum selesai. "Tim datang untuk mengumpulkan data. Setelah dikumpulkan, nantinya akan diolah guna pengambilan keputusan," ucap Wakil Bupati Blitar Rijanto ditemui dalam acara kajian reforma agraria Wantimpres di Kantor Pemkab Blitar, Senin. Ia mengemukakan terdapat beberapa masalah sengketa perkebunan, yang masih belum ada jalan keluarnya. Sampai sat ini belum ada keputusan pasti tentang masalah sengeketa lahan antara pengelola perkebunan dengan warga tersebut. Tim masih melakukan pengkajian dengan mengambil data-data baik dari warga, pemerintah, maupun dari perkebunan. Ia juga meminta, warga menahan diri agar ke depan tidak lagi terjadi masalah. Hal itu merujuk aksi yang dilakukan antara pihak kemanan dari perkebunan di Desa Soso, Kecamatan Wlingi, yang sempat terlibat bentrok dengan warga akhir bulan lalu. "Kami berharap, semua pihak bisa saling menjaga diri, menghindari anarkisme," katanya prihatin. Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak dengan masalah sengketa tersebut. Untuk sengketa lahan, yang memutuskan adalah pemerintah pusat, termasuk rencana untuk "redistribusi" lahan untuk masyarakat. "Kami tidak bisa kira-kira masalah itu (keputusan redistribusi tanah). Kami masih tunggu keputusan dari yang berwenang," katanya menegaskan. Dalam pertemuan itu, terdapat tiga orang perwakilan dari Wantimpres yaitu Yanti Purwanti (Pimpinan rombongan sekaligus sekretaris tim kajian jaminan sosial nasional), Agus, serta Irham. Selain tim itu, terdapat tamu undangan lain, di antaranya perwakilan dari warga perkebunan, pengelola perkebunan, serta sejumlah pejabat muspida Kabupaten Blitar. Namun, tim dari Wantimpres enggan untuk dikonfirmasi. Di Kabupaten Blitar terdapat tiga lokasi yang menjadi sengketa di antaranya di kawasan Perkebunan Sengon, Kecamatan Wlingi, Perkebunan Soso, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, serta Perkebunan Gondang Tapen, Kecamatan Wates.


Editor : Akhmad Munir
COPYRIGHT © ANTARA 2026