Bondowoso - Bupati Bondowoso Amin Said Husni mengajak aktivis Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI dan alumninya untuk mereposisi perannya di tengah masyarakat maupun pemerintah.
"Mau seperti apa HMI? Mau berperan atau berperang? Mau bersanding atau bertanding? Hanya beda satu huruf," katanya
saat berbicara di Musda II Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Bondowoso, Jatim, Sabtu.
Bupati yang akan mengakhiri masa tugasnya pada 2013 ini mengingatkan bahwa peran itu bisa dilakukan oleh aktivis dan alumni HMI lewat berbagai saluran yang ada.
"Saya sangat terbuka untuk membangun sinergitas dengan sahabat-sahabat semua," kata mantan pengurus PP GP Ansor Ini.
Mengenai peran sinergitas yang dilakukan oleh alumni HMI itu, ia mengemukakan sudah dilakukannya, meskipun anggota KAHMI itu sering berganti "baju".
"Meskipun bajunya berubah-ubah dari waktu ke waktu, tapi sahabat-sahabat selalu mensupport, termasuk dalam bentuk kritik juga. Ada saat berbaju takmir masjid atau partai. Pokoknya dinamis," katanya.
Pada kesempatan itu ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam perbedaan. Perbedaan hendaknya tidak dijadikan alat untuk memisahkan, melainkan menyatukan.
"Dalam konteks ini sudah tidak relevan berbicara soal putra daerah dan bukan putra daerah," kata politisi yang dikabarkan akan mencalonkan lagi dalam Pemilihan Bupati Bondowoso pada 2013 ini.
Ia juga mengemukakan bahwa dalam realitas sosial yang kompleks ini masyarakat kini dihinggapi keinginan yang serba Instan dan ideal.
"Termasuk masalah korupsi atau pungutan liar maunya selesai sekarang juga," ujarnya. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.