Jakarta - Kebutuhan dana investasi untuk mendukung peningkatan produksi gula selama 2013 dan 2014 diperkirakan sebesar Rp2,7 triliun, yang akan dipergunakan untuk investasi bidang "on farm" dan "off farm". "Sumber pembiayaan investasi berasal dari dana sendiri, ekuitas, dan dana pihak ke tiga," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Primer Muhammad Zamkhani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR-RI, di Jakarta, Senin. Ia memaparkan luas area penanaman pada 2013 dan 2014 ditargetkan 312.948 hektare dan 322.972 hektare, dengan jumlah tebu masing-masing 26.249.000 ton dan 27.425.000 ton. Jumlah tebu yang dihasilkan untuk mendukung target swasembada gula nasional pada 2012 dan untuk 2013 dan 2014 yakni 2.155.960 ton dan 2.320.856 ton. Sementara itu, produktivitas gula pada 2013 dan 2014 masing-masing 83,9 ton dan 84,9 ton per hektare, rendemen masing-masing 8,21 persen dan 8,46 persen, serta kapasitas terpasang masing-masing 181.630 TCD (ton cane day/ton tebu per hari) dan 186.739 TCD. Target produksi gula BUMN 2014 sebesar 2,3 juta ton atau 170,46 persen dari produksi gula pada 2011 sebesar 1,3 juta ton. Target tersebut sesuai dengan target program swasembada gula nasional yang dikoordinasi oleh Kementerian Perindustrian dengan total produksi gula nasional sebesar 5,7 juta ton pada 2014. Rencana produksi gula BUMN 2012 sebesar 1,84 juta ton. Untuk mendukung target swasembada gula nasional pada 2014, dapat dilakukan dengan peningkatan produksi gula dengan memperluas tanaman tebu dan peningkatan produktivitas melalui penataan komposisi varietas, percepatan pembibitan dengan menerapkan metode colombia, rehabilitasi dan revitalisasi pabrik gula serta peningkatan efisiensi pabrik serta peningkatan kualitas hasil produksi. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, luas areal penanaman tebu sebanyak 283.879 hektare dengan jumlah tebu 23.257.146 ton, jumlah gula sekitar 1.846.939 ton. Produktivitas diperkirakan 81,9 ton per hektare, rendemen 7,94 persen, serta kapasitas terpasang 170.885 TCD. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026