Ngawi - Petugas Polsek Padas Kepolisian Resor (Polres) Ngawi, Jawa Timur, mengamankan dua orang penjambret yang sempat dihajar massa dan akhirnya mengalami kecelakaan lalu lintas saat berusaha melarikan diri. "Kedua tersangka berusaha melarikan diri dengan motornya. Malangnya, kedua pelaku yang sudah dikejar massa itu akhirnya terjatuh setelah roda depan motornya terperosok lubang jalan," ujar Kapolsek Padas AKP Djuri di Ngawi, Sabtu. Satu penjambret yang terperosok, Mardiono, warga Kabupaten Madiun, tewas setelah motor yang ia pakai untuk menjambret jatuh di lubang jalan di Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Penjambret lainnya, Gianto, warga yang sama, hingga kini masih dirawat di RSUD dr Soeroto Ngawi. Melihat keduanya jatuh, warga yang sudah mengejar langsung menyerang kedua pelaku tersebut dengan pukulan dan tendangan. Akibatnya, Mardiono tewas di tempat karena luka parah di sekujur tubuhnya. Sementara Gianto selamat, tapi dia harus dirawat intensif di ruang UGD RSUD dr Soeroto Ngawi. Aksi tersebut terjadi saat Mardiono dan rekannya Gianto menjambret kalung emas milik Wainem (61), warga Desa Tambakromo, yang sedang berjalan di desa setempat. Setelah menjambret kalung korban, kedua pelaku tersebut langsung melarikan diri dengan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AE-2812-FL, namun kedua pelaku yang sudah dikejar massa ini akhirnya jatuh setelah roda depan motornya terperosok lubang jalan. Sementara, korban yang kehilangan kalungnya langsung berteriak meminta tolong dan sejumlah warga yang mendengar mengejar pelaku. Kapolsek menambahkan, kedua pelaku ternyata memiliki catatan kriminal yang sama, yakni pernah ditangkap oleh Polres Nganjuk karena menjambret. "Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua pelaku merupakan residivis pada kasus yang sama di wilayah Polres Nganjuk," tambah AKP Djuri. Saat ini, pihaknya masih menangani kasus ini lebih lanjut dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Namun pihaknya masih belum dapat meminta keterangan dari Gianto yang masih dirawat intensif di rumah sakit daerah setempat. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026