Pasuruan - Ratusan calon siswa SMKN 2 Kota Pasuruan, Jawa Timur, Kamis, antre mengikuti tes fisik untuk memastikan dirinya bebas dari tato dan tindik.
Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru SMKN 2 Kota Pasuruan, Edi Akhmari menjelaskan, setiap calon siswa SMKN wajib menjalani tes fisik untuk memastikan dirinya bebas tato dan tindik.
Edi Akhmari menegaskan, tes fisik bagi para calon siswa SMKN yng paling utama adalah untuk mengetahui apakah calon siswa mengalami cacat fisik atau buta warna. Sebab berdasar petunjuk teknis Dinas Pendidikan Nasional siswa SMKN haus tidak cacat fisik dan buta warna.
Namun dalam tes fisik para calon siswa juga harus menjalani pemeriksaan fisik untuk memastikan dirinya bebas dari tato dan tindik. Hingga hari ketiga belum ditemukan seorang pun siswa yang bertato dan bertindik.
Hanya ditemukan sejumlah siswa yang rambutnya gondrong dan berpotongan punk dan dicat warna warni sehingga terpaksa dipotong dan diminta merapikannya setelah sampai rumah masing-masing.
Ia menegaskan, jika diketahui seorang siswa bertato atau menggunakan tindik maka yang bersangkutan diminta menghilangkannya atau melepasnya. Namun hingga hari ketiga belum ditemukan calon siswa yang bertato dan bertindik,
Dia mengungkapkan, saat tes fisik tahun lalu sempoat ditemukan tiga siswa bertato, dan 6 siswa yang bertindik. Maka fihak sekolah terpaksa meminta yang bersangkutan untuk menghilangkan tato atau melepas tindiknya.
Kendati demikian tes fisik untuk memastikan para siswa bebas tato dan tinduik, tapi tak seorang pun yang ditolak karena tato dan tindik.
"secara halus panitia akan meminta siswa yang bersngkuitan untuk menghilangkan tato atau melepas tidniknya," kata Edi Akhmari.
Dijelaskan, dari ratusan siswa yang mendaftar, SMKN 2 kota Pasuruan hanya akan menerima sekitar 368 siswa yang dibagi menjadi 13 rombongan vbelajar. SMKN 2 Kota Pasuruan mempunyai 7 jurusan, masing-masing otomotif, permesinan, pendingan dan sistem tata udara, ototronika, serta teknik elektro industri(TEI).
Peminat siswa yaang mendaftar ke SMKN2 Kota Pasuruan tahun ajaran 2012-2013 dipastikan meningkat, karena sistem pendaftarannya kini bebas, tidak ada lagi pembatasaan rasio siswa luar kota yang tahun lalu hanya sekitar 15 persen. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.