Kediri - Sebanyak 3.000 pelajar dari Kota Kediri, mendeklarasikan diri menolak narkotika dan berkomitmen untuk menjauhi barang terlarang itu. "Sekarang ini, banyak remaja bahkan anak-anak yang sudah mengonsumsi narkoba. Ini, tentunya sangat mengkhawatirkan," kata Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, saat ditemui dalam acara gerak jalan kreatif di Taman Sekartaji Kota Kediri Kompol Lilik Dewi Indarwati, Sabtu. Ia mengatakan, fenomena remaja yang diketahui mengonsumsi narkotika memang harus memerlukan perhatian yang cukup serius. Sebab, para remaja itu adalah generasi penerus bangsa, sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk masa depan bangsa ini, dan tidak salah jalan dengan menghancurkan diri sendiri, mengonsumsi narkotika. Pihaknya juga terus koordinasi dan bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Badan (Bapas) Kota Kediri untuk memantau terutama pengguna narkoba, jangan sampai mereka ketika keluar dari lembaga itu kembali terjerumus mengonsumsi barang terlarang itu. "Kami jemput bola dan terus koordinasi dengan keluarga, jangan sampai mereka kembali mengonsumsi. Yang bisa kami lakukan saat ini adakah rehabilitasi terutama bagi pecandu," ucapnya. Ia mengungkapkan, sampai saat ini hanya ada lima pengguna narkotika yang sudah menjalani rehabilitasi. Jumlah itu memang sedikit, dibandingkan dengan jumlah pengguna yang sebenarnya. Sementara itu, Wali Kota Kediri Samsul Ashar yang datang ke lokasi itu mengimbau agar masyarakat terutama keluarga juga mengawasi anggota keluarga mereka jangan sampai terjerumus mengonsumsi narkotika. "Narkotika itu harus diperangi dan semua elemen masyarakat harus terlibat," katanya. Ia mengatakan, ada beberapa langkah mudah untuk mengetahui apakah orang itu menggunakan narkotika atau tidak, di antaranya orang yang mengonsumsi itu matanya terlihat sayu, emosinya tinggi, serta beberapa ciri lainnya. Pihaknya berharap, peredaran narkotika bisa dicegah sedini mungkin, terutama peredaran di generasi muda. Kegiatan gerak jalan kreatif itu merupakan salah satu kegiatan untuk menyambut hari antinarkoba internasional. Selain pelajar maupun mahasiswa, juga diikuti oleh umum dengan dimulai dari depan Markas Polsek Mojoroto dan finish di taman sekartaji Kota Kediri. Kegiatan itu juga sekaligus deklarasi antinarkotika. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026