Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mempersilakan perusahaan pelayaran atau operator lain untuk mengoperasikan kapal guna melayani sejumlah jalur di wilayah tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, A Nur Salam, Jumat, menjelaskan, saat ini, kehadiran operator lain dirasa perlu dan menjadi kebutuhan, akibat dua kapal milik operator tertentu tidak beroperasi. "Oleh karena itu, kami mempersilakan perusahaan pelayaran lainnya untuk mengajukan sebagai operator yang akan mengoperasikan kapalnya di Sumenep. Sejak dulu pun, kami tidak pernah 'menutup pintu' bagi kehadiran operator baru," ujarnya di Sumenep. Saat ini, kata dia, sesuai materi pembicaraan yang terungkap dalam rapat yang digagas anggota Komisi C DPRD Sumenep pada Selasa (12/6) lalu, jalur yang dinilai membutuhkan kehadiran operator baru adalah ke Pulau Masalembu dan Kangean. "Sebelum dua kapal milik operator tertentu itu tidak beroperasi, pelayanan sarana transportasi laut ke Masalembu maupun Kangean, bisa dibilang cukup. Kapal yang ke Masalembu dan Kangean, masing-masing dua unit. Sementara saat ini hanya satu unit," ucapnya. Salam juga mengemukakan, rapat di ruangan Komisi C DPRD Sumenep pada Selasa lalu dihadiri oleh perwakilan dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang merupakan operator di lintasan Kalianget-Jangkar, Situbondo. "Agenda rapat tersebut sebenarnya untuk menindaklanjuti keluhan warga tentang tidak maksimalnya pelayanan sarana transportasi laut ke Masalembu. Namun, pembicaraan dalam rapat melebar hingga ke lintasan Kalianget-Kangean," paparnya. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026