Paris (ANTARA/AFP) - Rafael Nadal dan David Ferrer akan bertemu dalam semifinal sesama petenis Spanyol, setelah keduanya meloloskan diri pada laga delapan besar Prancis Terbuka, Rabu (Kamis dini hari WIB). Juara bertahan dan unggulan kedua Nadal mengalahkan pemain Spanyol lainnya, Nicolas Almagro, 7-6 (7/4), 6-2, 6-3, sedangkan unggulan keempat Ferrer menyudahi harapan unggulan keempat dari Inggris Andy Murray dengan angka 6-4, 6-7 (3/7), 6-3, 6-2. Laga semifinal lain Jumat akan diisi unggulan utama Novak Djokovic dari Serbia melawan unggulan ketiga Roger Federer dari Swiss. Kemenangan atas Almagro merupakan kemenangan yang ke-50 bagi Nadal di lapangan tanah liat itu sejak ia bertanding di Paris saat usianya masih 18 tahun pada 2005. Kekalahannya terjadi pada putaran keempat turnamen 2009 ketika ia kandas di tangan Robin Soderling dari Swedia di putaran keempat. Tahun ini Nadal berusaha menjadi petenis pertama yang memenangi gelar Prancis Terbuka tujuh kali, setelah selama ini rekornya sama dengan pemain legenda Swedia, Bjorn Borg. Bila ia menang Minggu, maka itu menjadi gelar Grand Slam ke-11, sama dengan rekor Borg dan Rod Laver. "Ia memiliki peluang pada set ketiga. Ia memiliki momen bagus untuk memukul bola," kata Nadal mengomentari Almagro, yang dikalahkannya delapan kali dalam delapan pertemuan mereka. "Tapi servis saya amat bagus dan lawan saya membuat kesalahan, salah satunya ketika ia melakukan pukulan forehand," tuturnya. Nadal maju ke putaran empat besar setelah mengamankan 30 game dan dengan penuh rasa percaya diri maju ke semi final melawan teman dekatnya Ferrer, yang pernah dikalahkannya 15 kali dari 19 pertemuan mereka. Ferrer kelihatannya amat awas dengan ancaman yang datang pada pertandingannya yang berikut. Setelah memenangi pertandingan atas Murray, ia mengatakan, "Pertandingan melawan Rafa pasti amat keras. Dalam sejarah ia yang terbaik di lapangan tanah liat, tapi saya ingin melakukan pertandingan terbaik," ucapnya. "Pertandingan hari ini amat keras dan secara fisik amat sulit. Tapi saya gembira maju ke semi final di Roland Garros untuk pertama kalinya," katanya. Murray, dalam usaha maju ke semi final Prancis Terbuka untuk kedua kalinya, berusaha keras mengatasi pukulan reli keras lawannya tapi tetap melakukan 59 kesalahan. Dengan kekalahan itu, harapan Inggris yang menunggu piala juara dalam empat turnamen besar selama 76 tahun, kini beralih ke lapangan rumput di Wimbledon. "Ia memiliki peluang dan berhasil memanfaatkannya. Ia bermain amat solid dan konsisten. Bila kita tidak memanfaatkan peluang kita, maka pertandingan menjadi amat panjang dan ia membangun tekanan pada kita," kata Murray, yang maju lima ke semi final Grand Slam terakhir. "Tapi itu merupakan turnamen bagus bagi saya. Saya merasa lebih enak ketimbang tahun lalu. Saya kalah atas pemain terbaik di lapangan tanah liat malam ini. Masih banyak pekerjaan yang harus saya lakukan pada turnamen lainnya," katanya. Ketika ditanya siapa kira-kira yang akan memenangi turnamen itu, Murray menjawab, "Saya kira keempatnya pemain terbaik di lapangan tanah liat di dunia ini. Jadi siapa yang terbaik akan menang dan yang kurang baik akan tertinggal." "Kelihatannya saya lebih favorit pada Rafa (Nadal), sedikit, tapi semua mereka bermain amat...amat bagus," katanya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026