Paris (ANTARA/AFP) - Novak Djokovic dan Roger Federer berjuang keras dalam pertandingan lima set untuk maju ke putaran semifinal Prancis Terbuka, Selasa (Rabu dini hari WIB). Unggulan utama Djokovic mengamankan empat "match point" melawan Jo-Wilfried Tsonga, ketika mengukir angka kemenangan 6-1, 5-7, 5-7, 7-6 (8/6), 6-1 pada laga perempat final itu. Unggulan ketiga Federer mencapai rekor menyamai semifinal ke-31 turnamen Grand Slam ketika menghadapi permainan brutal dari petenis Argentina Juan Martin del Potro, sebelum menutup pertandingan dengan angka 3-6, 6-7 (4/7), 6-2, 6-0, 6-3. Setelah kemenangannya di Wimbledon, AS Terbuka dan Australia Terbuka, bintang tenis dari Serbia Djokovic berusaha menjadi petenis ketiga yang meraih empat gelar Grand Slam pada musim sama dan sebagai petenis pertama dalam 43 tahun. Kemenangannya atas Tsonga merupakan yang ke-26 berurutan dalam turnamen Grand Slams, kendati ia harus berjuang mati-matian melawan petenis Prancis yang sempat mendapatkan empat "match point" pada set keempat. Kekalahan bagi Tsonga, menyebabkan mimpinya menjadi petenis pertama Prancis yang meraih gelar di Roland Garros sejak Yannick Noah pada 1983, tetap masih menjadi impian. "Ia pemain hebat hampir sepanjang pertandingan dan saya beruntung dapat tampil lagi setelah ketinggalan empat 'match point'. Pertandingan luar biasa," kata Djokovic, yang membutuhkan lima set untuk mengalahkan petenis Italia Andreas Seppi pada putaran keempat. Tsonga yang patah hati mengatakan, "Saya sudah mengeluarkan semua kemampuan saya. Saya nyaris mendapatkannya dan saya amat senang bila menang. Memalukan, karena saya sudah amat dekat dengan kemenangan itu tapi akhirnya tenaga saya seperti hilang," tukasnya. "Sekarang, saya harus menutup bab pertandingan ini," katanya. Kunci permainan itu terjadi pada game kesembilan set keempat, ketika Tsonga memiliki dua "match point". Pada dua game berikutnya ia mendapat angka dan terjadi "tie-break". Djokovic kecolongan 2-4, tetapi Tsonga tidak mempertahankan keunggulannya ketika pemain unggulan utama itu bangkit lagi memaksa diadakan set kelima dan memenanginya. Federer, 16 kali juara turnamen Grand Slam dan juara 2009 di Paris, bangkit dari ketertinggalan dua set dan selanjutnya akan berhadapan dengan Djokovic untuk ke-26 kalinya, untuk merebutkan tempat di final, Minggu. Hasil lain bagi petenis jangkung 1.98m Del Potro, yang kelihatannya sudah di ambang juara dua set setelah bermain brutal melawan Federer, mengalami tekanan pada set berikutnya. Tapi cedera pada kakinya kelihatan belum begitu sembuh pada pertandingan yang berlangsung Selasa. "Saya tahu Juan Martin mengalami masalah dengan kakinya dan ia ingin mengakhiri pertandingan dengan cepat," kata Ferderer, yang sudah menyamai rekor Jimmy Connors yang memenangi turnamen Grand Slam untuk ke-31 kalinya. "Saya tahu akan terjadi pertandingan besar hari ini, Saya bermain bagus dalam menerapkan taktik saya dan amat kuat secara mental, karena saya tidak memiliki beban," ujarnya. Federer, bermain dalam turnamen Grand Slamp untuk ke-50 kalinya dan ke-32 pada perempat final turnamen besar, mencatat rekor 11-2 lawan pemain jangkung dari Argentina itu, memasuki laga Selasa (Rabu dini hari WIB). Salah atau kemenangan itu terjadi di semi final Roland Garros, ketika ia dua kali harus berjuang dari defisit satu set sampai akhirnya menang lima set sebelum Del Potro balas dendam tiga bulan lalu pada turnamen Grand Slam pertama di AS Terbuka. Pemain berusia 23 tahun dari Argentina itu kalah dalam liga pertemuan dengan lawannya dari Swiss, sejak ia tampil lagi setelah hampir satu tahun istirahat karena operasi pergelangan tangan pada 2011. "Saya merasa bermain bagus tapi pada set ketiga dan keempat ia lebih bagus dibanding dengan permainannya sebelumnya," ucap Del Potro, yang mengaku tidak ada masalah dengan rasa sakit pada kakinya. "Saya minta pelatih melepas pembalaut kaki saya dan saya merasakan tidak ada masalah. Saya melancarkan seris amat buruk pada set keempat dan Anda tidak akan mendapat banyak poin melawan petenis sehebat dia. Ia memenfaatkan peluangnya dan ia mendapatkannya," katanya. Dua laga perempat final lainnya akan diadakan Rabu ketika juara enam kali Rafael Nadal bertemu dengan rekannya dari Spanyol, Nicolas Almagro, untuk menentukan catatan pertemuan 7-0 mereka. Unggulan keempat Andy Murray berhadapan dengan petenis Spanyol David Ferrer, untuk mempertahankan rekor pertemuan mereka 5-4.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026