Kediri - Manajemen Persik Kediri, meminta agar pertandingan pertama perempat final Piala Indonesia antara klub Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya yang akan digelar di Stadion Brawijaya, Kediri pada Rabu (6/6) ditunda.
"Jadwal pertandingan terlalu mepet, padahal kami baru saja pulang dari Jakarta menggunakan jalur darat. Jadi, kami mengajukan agar jadwal ditunda," kata Bendahara Persik Kediri Arya Wisnu di Kediri, Senin.
Ia mengatakan, manajemen mengajukan agar pertandingan ditunda dan digelar pada 7 atau 8 Juni mendatang. Penundaan juga diamini oleh pihak Persebaya yang juga minta ditunda pertandingan pada 9 Juni mendatang.
Pihaknya juga menyebut, belum ada izin resmi dari Polda Jatim tentang rencana pertandingan di Kediri. Jika tidak diperbolehkan, akan dilakukan pertandingan di luar Kediri di antaranya di Madiun dan Solo.
"Kami membuat beberapa alternatif, jika tidak diperbolehkan bertanding di Kediri, kami ajukan beberapa lokasi pertandingan lain," katanya mengungkapkan.
Arya menyebut, ada dua lokasi yang dibidik di antaranya di Stadion Wilis di Madiun serta Stadion Panahan Solo. Pihaknya sudah mengajukan surat, dan sampai saat ini juga belum ada jawaban.
Ia juga berharap, pertandingan ini tidak ada masalah yang berarti. Yang diharapkan Persik adalah bisa bertanding dengan profesional dan hanya mencapai prestasi saja, bukan yang lain, seperti kericuhan.
Sebelumnya, Polres Kediri Kota sampai saat ini juga belum ada keputusan resmi boleh atau tidaknya digunakan pertandingan Stadion Brawijaya Kediri. Izin dari Polda sampai saat ini juga belum turun.
Kepala Polres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan kecil kemungkinan pertandingan digelar di Kediri. Hal itu juga berkaca dari beberapa kericuhan pertandingan seperti di penganiayaan Mojokerto, Bojonegoro, dan terakhir adanya korban jiwa saat pertandingan antara Persebaya melawan Persija di Stadion Gelora 10 November, Surabaya pada Minggu (3/6).
Pihaknya khawatir, jika pertandingan tetap digelar di Kediri, hal yang tidak diinginkan seperti kericuhan bahkan sampai korban jiwa terjadi. Untuk itu, diharapkan agar manajemen juga mencari alternatif lokasi pertandingan lain selain di Kediri sambil menunggu surat resmi dari Polda Jatim. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.