Gresik - PT Semen Gresik (Persero) Tbk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan inovasi dengan mengembangkan energi alternatif dari limbah sampah untuk bahan bakar produksi.
Penandatanganan kerja sama pemanfaatan limbah sampah untuk energi alternatif dilakukan Direktur Utama PT Semen Gresik Dwi Soetjipto dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, usai acara jalan sehat bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan di Gresik, Jatim, Kamis.
Dalam kerja sama tersebut, PT Semen Gresik akan memanfaatkan limbah sampah yang ada di Kota Gresik untuk didaur ulang dengan teknologi khusus menjadi energi alternatif.
"Dalam sehari, limbah sampah di wilayah Gresik mencapai 271 ton, tapi memang tidak semuanya bisa didaur ulang untuk dijadikan energi alternatif," kata Dwi Soetjipto.
Ia berharap proyek inovasi ini sudah bisa dijalankan secara efektif untuk bahan bakar pabrik Semen Gresik di Tuban pada 2013, setelah semua peralatan pendukung disiapkan.
Pemanfaatan limbah untuk energi alternatif pengganti bahan bakar batu bara sebenarnya sudah dilakukan pabrik Semen Gresik di Tuban sejak beberapa tahun terakhir, dengan memanfaatkan limbah pertanian.
Bahkan, Semen Gresik juga telah melakukan rekayasa mesin produksi untuk menyesuaikan dengan bahan bakar limbah tersebut.
"Tapi persentasenya masih relatil kecil, hanya sekitar 6-8 persen dari total kebutuhan bahan bakar batu bara yang mencapai 2 juta ton per tahun. Ini karena bahan bakunya memang masih terbatas," tuturnya.
Dwi Soetjipto menambahkan, upaya penggunaan limbah untuk keperluan energi alternatif bagi produksi pabrik akan terus ditingkatkan, guna menekan ketergantungan terhadap batu bara yang harganya semakin mahal.
Pada kesempatan itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT Semen Gresik untuk menangani serius proyek inovasi tersebut dan sekaligus segera merealisasikannya.
"Ini langkah bagus dan inovatif. Harus ditangani serius dan jangan sekadar 'ecek-ecek', lalu macet di tengah jalan," katanya. (*)
Keterangan foto: Dwi Soetjipto (kiri), Dahlan Iskan (dua dari kiri) dan Mohammad Qosim (kanan)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.