Jember - Perekaman data kartu tanda penduduk secara elektronik di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai 184.680 orang dari jumlah wajib KTP di kabupaten itu sebanyak 2,281 juta orang. Kepala Bidang Informasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Jember, Rofik Sugiarto, Senin mengatakan perekaman data KTP elektronik yang dilaksanakan di masing-masing kantor kecamatan dilakukan hingga malam hari, agar proses perekaman dapat tuntas secepatnya. "Camat dan masing-masing operator perekam data bekerja cukup keras untuk menyukseskan program KTP elektronik di Jember, bahkan mereka rela bekerja lembur hingga malam hari," tuturnya. Menurut dia, perekaman data KTP elektronik dilakukan secara serentak di 31 kecamatan di Jember setiap hari kerja sejak Senin (23/4) dan hingga hari ini jumlah data yang terekam sebanyak 184.680 orang. "Kemampuan petugas dalam merekam data KTP elektronik di masing-masing kecamatan berbeda, namun diharapkan proses perekaman KTP elektronik bisa tuntas secepatnya," katanya. Rofik berharap perekaman data KTP elektronik di Jember dapat tuntas sesuai dengan target yang ditentukan pemerintah pusat dan kendala yang terjadi di sejumlah kecamatan dapat diatasi dengan baik oleh operator. Sementara Camat Bangsalsari, Sukardi, mengatakan pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk menyukseskan program KTP elektronik di kecamatan setempat, bahkan perekaman dilakukan hingga malam hari. "Hingga hari ini hasil rekam data KTP elektronik di Bangsalsari telah mencapai 8 ribu orang dari wajib KTP sebanyak 87 ribu orang," tuturnya. Ia mengaku tidak ada kendala dalam menggunakan peralatan untuk merekam data E-KTP warga di Kecamatan Bangsalsari, bahkan petugas operator siap bekerja lembur demi menuntaskan program pemerintah pusat itu. "Memang kendalanya faktor kelelahan dari para petugas yang melayani perekaman KTP elektronik karena mereka bekerja hingga malam hari dan kendala lainnya adalah listrik yang sering padam di Bangsalsari," paparnya. Ia menjelaskan pihak operator berencana mendatangi warga yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik di kantor kecamatan karena sebagian warga Bangsalsari bekerja di sektor perkebunan yang lokasinya jauh dari kantor kecamatan Bangsalsari. "Biasanya warga yang bekerja di sektor perkebunan berpindah-pindah, sehingga petugas perlu untuk mendatangi mereka, agar seluruh warga Bangsalsari tidak luput dari proses perekaman data KTP elektronik," katanya menambahkan. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026