Surabaya - Tim robot RI-NHO yang mewakili ITS dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV 2012, tampil dengan sukses saat menjalani "running test" di Gedung Robotika ITS Surabaya, Jumat.
Dalam uji coba itu, dua robot otomatis dan satu robot manual dari robot RI-NHO mampu menyelesaikan berbagai tantangan dalam KRI 2012 di Regional IV yang diikuti 57 tim dari 24 universitas se-Jatim.
Meski salah satu robot otomatisnya memiliki sedikit kendala saat memindahkan keranjang, namun sejumlah tantangan yang lain berhasil diselesaikan dengan baik, sehingga pengunjung yang memenuhi tribun memberikan tepuk tangan yang meriah.
Pada saat "running test" selama 10 menit, kondisi telah disesuaikan dengan pertandingan yang sebenarnya mulai dari arena pertandingan hingga pencahayaan, sehingga kepekaan sensor robot tidak berubah.
Sebelum "running test", semua robot diharuskan melakukan pengukuran yakni panjang, lebar, tinggi, dan berat robot.
Pada "running test II" KRI, tim robot "RI-NHO" dari ITS berhasil mencetak poin cukup tinggi mengungguli Politeknik Banyuwangi, yakni 105.
Namun, nilai itu dikurangi penalti 20 poin, sehingga nilai akhir adalah 85 poin, sedangkan tim CT-SOLID dari Politeknik Banyuwangi hanya meraih skor 10 poin.
Sementara itu, tim robit ROLPENS dari PENS gagal meraih poin dalam "running test II" saat melawan tim MAT BUILDER-12 dari Politeknik Negeri Jember karena robotnya mengalami error saat mulai start, sedangkan MAT BUILDER-12 hanya memetik poin 10.
Selain robot KRI, "running test" juga dilakukan untuk peserta Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yakni robot cerdas berkaki, robot cerdas beroda, dan robossoccer Humanoid.
Pada "running test" II KRCI robosoccer, tim EROS dari PENS berjalan cukup lancar dengan melesakkan bola tenis lapangan ke dalam gawang, namun bola gagal masuk saat tendangan penalti.
Lain halnya dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diwakili oleh Mohammad Andung dan kawan-kawan dari Teknik Elektro.
Tim ini berhasil mencetak dua gol lewat tendangan penalti, namun pada saat uji bebas belum berhasil meraih skor.
"Target kami adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya," kata mahasiswa angkatan 2009 itu.
Pemenang KRI-KRCI Regional IV berhak melaju ke tingkat nasional di Bandung pada 16-17 Juni mendatang dan pemenang tingkat nasional akan meraih tiket ke tingkat internasional di Hong Kong, China pada 19 Agustus mendatang.
Selain ITS, PENS, dan Politeknik Banyuwangi, tim lain adalah Politeknik Madiun, Universitas Brawijaya, Unair, Unesa, ITATS, ITN Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, STMIK Surabaya, UWM Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, UPN Veteran Jatim, UHT Surabaya, Unitomo Surabaya, Ubhara Surabaya, Ubaya, dan Universitas Trunojoyo. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.