Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Tim Lahbako-San dari Universitas Jember (Unej) menargetkan untuk lolos dalam semifinal Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 yang diikuti 28 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Semua tim lawan punya keunggulan masing-masing dan semuanya menjadi lawan yang berat bagi tim Unej, namun mudah-mudahan kami bisa lolos empat besar atau melaju semifinal," anggota Tim Lahbako-San, Toni Pradana, saat mengikuti simulasi pertandingan di Auditorium Unej, Jember, Jawa Timur, Sabtu.
Menurutnya beban sebagai tuan rumah relatif berat karena harus menampilkan karya terbaik untuk bersaing dengan 27 tim lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim Lahbako-San bekerja semaksimal mungkin agar bisa lolos ke babak semifinal, dan membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk merancang dua robot yang dilombakan pada KRAI 2026.
"Meski ada sedikit kendala mekanik, namun semuanya bisa teratasi untuk merancang robot tersebut," katanya.
Pada 2024, tim Unej menempati peringkat ketiga pada ajang yang sama. Hal itu menjadi penyemangat untuk kembali meraih prestasi ketika menjadi tuan rumah pada KRAI 2026.
Sementara Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unej yang juga Ketua Pelaksana KRAI 2026 Bambang Sujanarko mengatakan pihaknya mendukung penuh mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi robot di tingkat nasional hingga internasional.
"Kami juga menyediakan anggaran riset sebesar Rp30 juta dan apabila mereka mengikuti kompetisi maka juga kami support anggaran akomodasi dan transportasi," tuturnya.
Menurutnya, Tim Lahbako-San Unej tentu ingin meraih prestasi yang terbaik sebagai tuan rumah. Namun, untuk tim terbaik memang sulit untuk ditebak, karena sejumlah tim yang kemungkinan tidak diunggulkan, kadang justru memberikan penampilan terbaik saat pertandingan.
"Mudah-mudahan robot tim Unej bisa menampilkan perform terbaik dan masuk empat besar dalam KRAI 2026," ujarnya.
Pelaksanaan KRAI 2026 yang digelar Gedung Auditorium Unej tersebut, menjunjung tinggi prinsip fairness dan fair play. Dewan juri berkomitmen menjalankan proses penilaian secara objektif dan berbasis data.
Sebanyak 28 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menampilkan karya robot terbaiknya dalam KRAI 2026 mengusung tema “Kung Fu Quest” atau “Robot Kungfu”.
Ajang tersebut menantang para peserta untuk merancang dan mengembangkan robot dengan kemampuan kelincahan, ketepatan, keseimbangan, serta strategi tinggi dalam menyelesaikan berbagai misi yang terinspirasi dari seni bela diri kungfu.
Puluhan tim yang berpartisipasi dalam KRAI 2026 di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sam Ratulangi.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.