Jember - Kemenangan kesebelasan tuan rumah Persid Jember 1-0 atas lawannya KSB Sumbawa Barat dalam kompetisi lanjutan Divisi Utama versi PT Liga Indonesia di Stadion Notohadinegoro Kabupaten Jember, Rabu, diwarnai kericuhan. Para pemain dan ofisial KSB Sumbawa Barat sempat mengejar Asisten Wasit I dari Semarang, Sutikno, karena meloloskan gol pemain Persid yang diduga offside, sehingga membuat pertandingan sempat terhenti beberapa menit. "Jarak pemain Persid sudah jelas yakni dua meter di garis offside dan hakim garis sempat mengangkat bendera, namun bendara itu dturunkan lagi. Kiper tidak siaga karena mengira offside," ucap Pelatih KSB Sumbawa Barat, Mustaqim. Pada babak pertama, kedua kesebelasan tidak berhasil mencetak gol, sehingga Persid dan KSB Sumbawa juga mengubah strategi di babak kedua. Pada menit ke-86, pemain Persid asal Liberia, Junior, menerima umpan lambung hasil tendangan bebas dari Singgih, namun para pemain KSB Sumbawa Barat menilai Junior dalam posisi offside. Mustaqim mengaku kecewa dan tidak puas dengan pertandingan di Stadion Notohadinegoro karena asisten wasit berbuat curang dalam kompetisi Divisi Utama di Jember. Sementara Ketua Yayasan Persid Jember Sunardi mengatakan tim kebanggaan masyarakat Jember lolos dari degradasi, meski harus menempati peringkat akhir di Grup II Divisi Utama versi PT Liga Indonesia. "Dengan kemenangan pertandingan terakhir di putaran pertama ini, Persid mendapatkan 13 poin dari 10 kali kompetisi," ucap anggota DPRD Jember itu. Ia mengakui bahwa persoalan komunikasi yang menjadi kendala pemain Persid dengan pihak manajemen, sehingga Persid Jember kalah dalam beberapa kali pertandingan, termasuk di kandang sendiri.(*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026