Pacitan - Pelabuhan perikanan pantai Tamperan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, saat ini mengalami kelebihan kapasitas seiring terus bertambahnya armada kapal yang berlabuh di kawasan tersebut. "Untuk alasan itulah saat ini kami sedang mengusulkan rencana perluasan kolam labuh kapal ke pemerintah pusat," kata Kabag Pelayanan Teknis PPP Tamperan Choirul Huda, Senin. Ia menjelaskan, kolam labuh dengan luas sekitar 6,5 hektare yang ada saat ini dinilai sudah terlalu padat, apalagi jika seluruh armada kapal, baik yang berukuran kecil maupun besar berlabuh dalam waktu bersamaan. Oleh karena itu, lanjut Khoirul, pihaknya berencana memperluas kolam labuh yang ada dari semula 6,5 hektare menjadi 8,5 hektare. Rencana perluasan itu seiring dengan akan datangnya 30 kapal nelayan jenis pursin berbobot 20-57 gross ton. Dengan kedatangan kapal-kapal besar tersebut, maka daya tampung kolam labuh yang lama diperkirakan tidak akan mampu menampungnya, karena akan ada 130 armada kapal penangkap ikan yang menetap di Pelabuhan Tamperan, baik jenis sekoci maupun pursin. "Kapal-kapal besar diprediksi akan sulit merapat ke dermaga. Selain karena populasi kapal, kesulitan juga dipicu tingginya sedimentasi di kolam labuh sendiri," kata Choirul. Karena itu, lanjut dia, jika usulan pembangunan disetujui, maka akan ada pengaturan ulang lokasi sandar kapal. "Nanti kolam labuh lama hanya digunakan kapal kecil-kecil. Untuk kapal besar di kolam labuh baru," imbuhnya. Kolam baru itu sendiri diharapkan mampu menampung kapal-kapal berbobot lebih dari 10 gross ton antara 75-100 unit. Untuk lokasi pembangunannya, administratur pelabuhan Tamperan memilih di selatan kolam labuh lama, dengan pertimbangan teknis lokasi baru itu kedalaman airnya lebih memenuhi syarat dan tingkat sedimentasinya rendah. Choirul mengungkapkan, dengan bertambahnya kapal-kapal yang sandar, pihak pelabuhan juga akan menambah fasilitas penunjang, apalagi Pelabuhan Tamperan menjadi salah satu kawasan program minapolitan. Penambahan fasilitas itu rencananya meliputi fasilitas "cold storage", dok kapal, bengkel pemeliharaan dan lain sebagainya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026