Jakarta - PSSI berencana mengundang klub yang turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL), guna menyelesaikan kemelut yang terjadi di tubuh PSSI dan tim nasional (timnas).
Perwakilan PSSI, Bernhard Limbong di Jakarta, Selasa mengatakan, rencana mengundang klub ISL juga merupakan tidak lanjut dari apresiasi presiden, terkait dengan sepak bola nasional yang terjadi saat ini.
"Ini adalah 'follow up' secara nyata dari PSSI. Kami menjadwalkan pertemuan ini sebelum Kongres Tahunan PSSI di Palangkaraya, 18 Maret nanti," katanya di Kantor PSSI.
Pria yang juga penanggung jawab timnas itu mengaku, pada pertemuan nanti meski belum ditetapkan waktunya akan dibahas kemungkinan terbaik bagi klub yang dinilai turun di kompetisi ilegal oleh PSSI.
"Bisa saja klub-klub ISL itu kembali menjadi 'voters', peninjau atau tidak sama sekali pada Kongres Tahunan nanti. Semuanya masih mungkin terjadi," kata jendral bintang satu itu.
Limbong mengaku, klub ISL yang diundang untuk melakukan pertemuan adalah yang menjadi peserta Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo, Jawa Tengah. Hanya saja, Ketua Komisi Disiplin PSSI belum menjelaskan secara rinci nama-nama klub ISL itu.
"Tanya Sekjen saja. Yang jelas, rencana pertemuan ini sudah disetujui oleh Ketua Umum (Djohar Arifin Husin) dan pengurus lainnya," ucap Limbong, menegaskan.
Klub ISL yang berpeluang diundang di antaranya adalah Persipura, Persiwa, Persela, Persidafon, Deltras Sidoarjo, Persib Bandung, Pelita Jaya, Sriwijaya FC, PSPS Pekanbaru, Persiba Balikpapan, Persisam, Mitra Kukar, PSAP Sigli dan Persiram.
Untuk empat klub ISL lainnya yaitu Persija Jakarta, Arema Indonesia, PSMS Medan dan Gresik United tidak dipanggil karena pada kompetisi Indonesia Premier League (IPL) telah ada nama-nama klub tersebut.
Pemanggilan klub ISL itu adalah buntut dari kekalahan Timnas dari Bahrain 0-10. Banyak pihak menilai kekalahan ini akibat Indonesia tidak menurunkan tim terbaik yang saat ini banyak yang bermain dikompetisi ISL dan dianggap ilegal oleh PSSI.
Sebelumnya, Ketua KONI Pusat Tono Suratman mengaku akan membentuk tim kecil guna menyelesaikan masalah di tubuh federasi sepak bola Indonesia itu. Tim kecil ini terdiri dari perwakilan KONI, PSSI, klub IPL dan ISL.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.