Malang - Sebanyak 2.800 pelajar SD dan SMP dari berbagai daerah menyerbu kompetisi Milo School Competition 2012 yang diselenggarakan di Gedung Bulutangkis Suryanaga Kota Malang, Jawa Timur, demi meraih kesempatan dilatih oleh pebulutangkis dunia Taufik Hidayat. Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Arshad Chaudhry, Rabu, mengatakan, bulutangkis merupakan olahraga populer di tanah air, sehingga harus terus digali potensinya melalui kompetisi tahunan yang digelar di beberapa daerah. "Melalui kompetisi ini diharapkan akan muncul bibit-bibit unggul berpotensi, sehingga mereka bisa dibina dan dilatih sejak dini yang pada akhirnya mampu bersaingi dengan negara-negara yang saat mendominasi bulutangkis," ujarnya. Dari olahraga tak terkecuali bulutangkis, katanya, anak-anak Indonesia bisa belajar tentang nilai-nilai kehidupan , seperti pantang menyerah, sportifitas, kerja sama tim serta rasa percaya diri. Ia mengaku, PT Nestle terus berkomitmen untuk mengembangkan dan mencari bibit-bibit unggul pebulutangkis, bahkan menumbuhkan dan mempromosikan bakat mereka untuk menjadi pemain nasional melalui jaringan Milo School Competition. Sementara Duta Milo School Competition yang juga pebulutangkis nasional Taufik Hidayat menyatakan, pendidikan dan pembinaan para atlet termasuk bulutangkis jangan hanya mengandalkan pemerintah, semua harus bersinergi demi prestasi gemilang. Ia mengaku, pembinaan yang sedang dilakukan, baik oleh klub maupun non-klub tidak bisa dilihat secara instan, tapi melalui proses. Oleh karena itu perlu adanya kompetisi untuk usia anak-anak dan remaja, sebab selama ini kompetisi hanya untuk usia 20 tahun ke atas. "Sekarang PT Nestle sudah mengakomodasi dan memfasilitasi kompetisi untuk anak usia SD dan SMP melalui Milo School Competition. Saya berharap ke depan semakin banyak peserta yang terlibat dan muncul atlet-atlet penerus yang mampu berkiprah di ajang internasional," katanya. Sementara Wali Kota Malang Peni Suparto berharap ke depan Malang bisa memunculkan pebulutangkis handal yang mampu bersaing dan berkiprah di ajang nasional maupun internasional."Ke depan kami ingin menjadikan Malang sebagai barometer bulutangkis nasional," tegasnya. Milo School Competition di Malang tidak hanya diikuti oleh siswa-siswi dari Kota Malang saja, tapi juga dari Bandung, Jambi, dan Manado. Jumlah peserta Milo School Competition secara keseluruhan mencapai 28.500 siswa. Selain digelar di Malang, Milo School Competition juga digelar di 25 kota yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia. Juara dari masing-masing kota akan mengikuti grand Final yang digelar di Jakarta pada akhir Juni mendatang. Para pemenang kompetisi tersebut akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan berlatih di Taufik Hidayat Arena serta bisa bertemu dengan beberapa pebulutangkis nasional di pelatnas Jakarta, seperti Simon Santoso, Ardiyanti Findasari, Sony Dwi Kuncoro, dan Maria Febe.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026