Banyuwangi - PT Semen Gresik (Persero) Tbk berencana membangun tambahan 17 unit pabrik pengemasan atau "packing plant" hingga 2015, guna mempercepat pendistribusian semen ke berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Penelitian, Pengembangan dan Operasional PT Semen Gresik, Suharto, kepada wartawan di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa, mengatakan, sebanyak empat dari 17 pabrik tersebut akan diselesaikan pada tahun ini dan sisanya dibangun bertahap dalam dua tahun ke depan.
"Setelah pabrik di Banyuwangi, segera menyusul pabrik di Sorong (Papua), kemudian Balikpapan (Kaltim), dan Banjarmasin (Kalsel)," katanya usai peresmian packing plant SG di Pelabuhan Tanjung Wangi, Ketapang, Banyuwangi.
Di luar keempat daerah, Semen Gresik telah membidik beberapa daerah lain untuk lokasi pabrik pengemasan, seperti Kendari, Jayapura, dan wilayah Sumatera.
"Prinsipnya keberadaan packing plant untuk mempercepat distribusi dan efisiensi biaya pengiriman. Selain itu, juga menjaga ketersediaan stok sehingga tidak ada lagi kelangkaan semen di seluruh area pemasaran," ujarnya didampingi Direktur Keuangan PT Semen Gresik, Ahyanizaman.
Pabrik pengemasan Banyuwangi memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun dan dilengkapi dermaga khusus untuk kapal angkut dengan kapasitas 10.000 DWT, dan mesin pengemasan berkemampuan 2.400 zak semen per jam.
Suharto menambahkan, pabrik pengemasan di Banyuwangi merupakan pabrik ke-19 yang telah dioperasikan Semen Gresik, setelah pabrik sebelumnya antara lain ada di Aceh, Belawan, Teluk Bayur, Tanjung Priok, Samarinda, Makassar, Manado, dan Ambon.
Menurut ia, pembangunan 17 pabrik pengemasan diperkirakan menelan investasi lebih kurang Rp1,7 triliun, dengan asumsi biaya satu unit pabrik rata-rata sekitar Rp100 miliar dengan kapasitas 300.000 ton per tahun.
"Pembangunan packing plant juga sebagai antisipasi meningkatnya produksi Semen Gresik pada 2012 yang diproyeksikan mencapai 25,2 juta ton, seiring selesainya dua pabrik baru di Tuban dan Tonasa," ujar Suharto.
Pembangunan Pabrik Tuban IV di Jatim dengan kapasitas 2,5 juta ton, hingga kini sudah mencapai 98,3 persen dan dijadwalkan beroperasi pada triwulan pertama tahun ini.
Sedangkan Pabrik Tonasa V di Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan kapasitas yang sama, pengerjaannya sudah berjalan 94,4 persen dan rencananya mulai dioperasikan pada triwulan kedua 2012.
"Hingga 2015 nanti, produksi Semen Gresik Group (termasuk Semen Tonasa dan Semen Padang) diproyeksikan bisa mencapai 30 juta ton," tambah Suharto.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.