Surabaya - Tim Persebaya Surabaya memanfaatkan libur kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia selama dua pekan untuk menggenjot kondisi fisik pemain agar lebih maksimal bermain selama 90 menit. Pelatih Persebaya Divisi Utama, Subangkit, kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengakui kondisi fisik anak asuhnya masih sering kedodoran, terutama saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. "Memang persiapan kami untuk kompetisi sangat mepet, tetapi kami beruntung karena lawan-lawan kita tidak melihat celah kelemahan itu," katanya. Setelah menjalani laga kandang melawan PS Bengkulu pada Sabtu (11/2), Persebaya DU baru kembali bertanding melawan tuan rumah Persitema Temanggung pada 2 Maret 2012. Program latihan kembali dimulai pada Rabu (15/2), tetapi hingga hari ini belum semua pemain hadir, karena ada beberapa yang izin pulang kampung menengok keluarganya. "Kami masih punya waktu sekitar dua pekan atau efektif 10 kali latihan untuk berbenah, terutama masalah fisik pemain," tambah Subangkit. Namun, program latihan fisik saat kompetisi sudah berjalan tidak dilakukan terlalu berat, karena dikhawatirkan justru membuat pemain loyo. "Tidak harus berlatih ke luar kota, cukup di Surabaya saja memanfaatkan Stadion Tambaksari. Saya akan asah kekuatan dan kecepatan reaksi dari pemain," ujar mantan pelatih Persela Lamongan itu. Selain menggenjot fisik, Subangkit juga mengagendakan latihan taktik dan strategi, khususnya kerja sama tim dan penyelesaian akhir untuk menajamkan naluri mencetak gol. Dari enam kali laga yang sudah dimainkan, pemain Persebaya belum terlalu moncer karena baru mencetak 11 gol dan empat gol di antaranya disumbangkan penyerang Obiora Richard. "Padahal, peluang untuk menghasilkan gol di setiap laga sangat banyak. Hampir setiap hari latihan, ketajaman pemain sudah diasah, tetapi saat pertandingan tidak sesuai skenario," katanya. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026