Surabaya - Dua sumur baru "Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore" (PHE WMO) mampu memproduksi 4.900 barel per hari, karena besarnya potensi minyak di kawasan tersebut.
"Selain itu, dua sumur baru itu juga menghasilkan 5,6 juta kaki kubik gas bumi per hari," kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), Gde Pradnyana, Kamis malam.
Dalam siaran persnya, ia menjelaskan pencapaian tersebut meningkatkan produksi PHE WMO yang pada akhir Januari 2012 sempat turun kurang dari 11.000 barel per hari.
"Namun, per tanggal 16 Februari, produksi kami umumnya mencapai sebesar 15.500 barel minyak per hari dan 149 juta kaki kubik gas per hari," ujarnya.
Sampai akhir Februari ini, ia optimistis produksinya meningkat dibandingkan dengan volume pada saat ini menyusul masih ada satu sumur baru yang mulai berproduksi.
"Selain itu, ada tiga sumur yang akan distimulasi," katanya.
Sementara, tambah dia, sejak Agustus 2011, operator blok tersebut menggunakan dua rig untuk melakukan pengeboran di lima sumur.
Pada bulan Juli 2012, pihaknya akan menambah satu rig dan tiga platform baru.
"Kami yakin dengan upaya tersebut hingga akhir tahun ini produksi minyaknya dapat mencapai 30.000 barel per hari," katanya.
Selain itu, kata dia, peningkatan kapasitas produksi tidak dilakukan secara frontal di Blok WMO. Salah satu alasannya, saat diambil alih Pertamina pada Mei 2011, produksi minyak di Blok WMO sedang mengalami penurunan.
"Hal tersebut karena tidak adanya investasi menyusul ketidakjelasan perpanjangan kontrak dan siapa yang menjadi operator Blok WMO," katanya.
Pada bulan Agustus 2010, produksi minyak di Blok WMO pernah mencatatkan volume 26.000 barel per hari. Tetapi karena hampir tidak ada investasi baru, produksi semakin turun. Lalu, pada tahun Januari 2011 produksi minyaknya menjadi 19,000 barel per hari.
"Tapi, saat Pertamina mengambil alih blok tersebut pada awal Mei 2011 produksi minyaknya sekitar 13.000 barel per hari," katanya. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.