Kolombo (ANTARA/AFP) - Militer Sri Lanka hari Rabu untuk pertama kalinya setuju menyelidiki kejahatan perang terhadap prajuritnya dan tuduhan eksekusi tahanan yang disiarkan dalam sebuah film dokumenter televisi Inggris. Pemimpin militer Jagath Jayasuriya membentuk sebuah pengadilan untuk menyelidiki tuduhan bahwa pasukan pemerintah bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil dan tahanan pada tahap-tahap akhir perang dengan pemberontak Macan Tamil pada 2009, kata militer dalam sebuah pernyataan. Perubahan sikap dramatis badan keamanan itu terjadi dua hari setelah AS memperingatkan bahwa negara pulau di Lautan India itu akan menghadapi kecaman pada pertemuan Dewan HAM PBB di Jenewa bulan depan. Letjen Jayasuriya meminta sebuah panel perwira yang beranggotakan lima orang untuk menyelidiki tuduhan terhadap pasukan, termasuk eksekusi tahanan seperti yang diklaim oleh televisi Saluran Empat Inggris. Penyelidikan itu merupakan langkah besar pertama oleh angkatan bersenjata Sri Lanka, yang sejauh ini menekankan bahwa pasukan pemerintah tidak membunuh satu warga sipil pun ketika menumpas separatis Macan Tamil dalam ofensif yang berakhir pada Mei 2009. Militer mengatakan, penyelidikan itu diperintahkan setelah panel bentukan pemerintah, Komisi Pengkajian dan Rekonsiliasi (LLRC) yang bertugas menyelidiki mengapa gencatan senjata 2002 runtuh, mengatakan bahwa warga sipil tewas akibat aksi militer. Pasukan Sri Lanka meluncurkan ofensif besar-besaran untuk menumpas kelompok pemberontak LTTE pada 2009 yang mengakhiri perang etnik hampir empat dasawarsa di negara tersebut. Namun, kemenangan pasukan Sri Lanka atas LTTE menyulut tuduhan-tuduhan luas mengenai pelanggaran hak asasi manusia. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026