kami menargetkan kapasitas 60 ton per hari. Saat ini kita baru mencapai 25 ton per hari, sehingga infrastruktur yang sudah dipersiapkan sejak awal memudahkan kami untuk melakukan ekspansi.
Surabaya (ANTARA) - PT Indo Oil Perkasa Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan Crude Coconut Oil (CNO) dan produk turunannya, menyiapkan strategi ekspansi kapasitas produksi serta penguatan pasar ekspor pada 2026.
Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk Johan Widakso Liem mengatakan, perseroan menyiapkan ekspansi kapasitas produksi pabrik Indosena, hasil kemitraan strategis PT Indo Oil Perkasa Tbk dengan Sena Mills Refineries dari Sri Lanka.
"Pada awal mendesain infrastruktur Indosena, kami menargetkan kapasitas 60 ton per hari. Saat ini kita baru mencapai 25 ton per hari, sehingga infrastruktur yang sudah dipersiapkan sejak awal memudahkan kami untuk melakukan ekspansi," kata Johan melalui keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu.
Selain peningkatan kapasitas, perseroan juga memperkuat strategi hilirisasi melalui pengembangan riset, inovasi produk, serta pembangunan fasilitas pengolahan terintegrasi.
PT Indo Oil Perkasa Tbk juga menyiapkan langkah strategis untuk memasuki pasar Sri Lanka melalui ekspor produk tepung kelapa (desiccated coconut flour).
Johan mengatakan Sri Lanka dipilih sebagai salah satu tujuan ekspansi karena memiliki potensi pasar yang besar.
Di sisi lain, Direktur Keuangan PT Indo Oil Perkasa Tbk Albert Widakdo Sutanto mengatakan perseroan optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini.
"Kami memproyeksikan peningkatan sekitar 10 persen dari tahun lalu, dengan target omzet bersih mencapai Rp8,5 miliar," ujar Albert.
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja kuartal I 2026. Berdasarkan laporan keuangan unaudited, penjualan perseroan meningkat menjadi Rp299,9 miliar dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp201,8 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih perusahaan pada Maret 2026 tercatat mencapai Rp3,18 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Desember 2025 yang berada di posisi Rp405,7 juta.
Pewarta: Faizal FalakkiEditor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.