Kediri - Sejumlah warga mengeluhkan pengiriman beras untuk warga miskin di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dinilai terlambat, seharusnya pekan kedua sudah terkirim, namun pada Januari 2012 justru pada pekan ketiga. "Harusnya, sudah satu pekan lalu kami dapat, tapi, baru pekan ini," kata Wiji, salah seorang warga di Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Rabu. Ia mengatakan, setiap bulan selalu mendapatkan beras itu. Walaupun berasnya kurang bagus, warnanya kuning, namun merasa cukup bersyukur, karena bisa untuk keperluan makan sehari-hari. Sementara itu, Kepala Dusun Petok, Desa Petok, Kecamatan Mojo, Sultoni mengatakan keterlambatan ini memang cukup meresahkan warga. Namun, sudah meminta warga untuk bersabar, hingga ada kepastian beras raskin turun hari ini. Ia mengatakan, di Desa Petok ada 234 kepala keluarga (KK) mendapatkan raskin, dari total 900 KK warga di Desa Petok, Kecamatan Mojo, ini. Warga penerima raskin adalah warga miskin, memang secara ekonomi sangat membutuhkan. Sultoni mengatakan, pemerintah desa hanya sebagai pengelola raskin. Setiap KK mendapatkan jatah beras hingga 15 kilogram yang diberikan setiap bulan. Mereka memberikan ganti uang transportasi untuk pengiriman beras itu Rp1.600 per kilogram, diberikan kepada perangkat setelah beras itu diterima. Menyinggung tentang pembagian raskin pada November-Desember 2011 yang sempat berhenti, karena dilarang menggunakan beras impor, padahal stok di Bulog Kediri minim, Sultoni mengatakan memang untuk November belum diberikan kepada masyarakat. "Warga baru menerima pada Desember 2011 dan dirapel 20 dan 27 Desember," katanya. Berdasarkan pemantauan, warga mendapatkan beras ukuran 15 kilogram. Beras itu terlihat berwarna kuning dan kualitasnya jelek. Namun, di sejumlah desa lain warga mendapatkan beras ukuran 50 kilogram dimana warna berasnya berbeda dengan yang ukuran 15 kilogram. Belum diketahui apakah beras ukuran 50 kilogram itu menggunakan beras impor atau bukan, mengingat di gudang Bulog Sub Divisi Regional V Kediri, memang sebelumnya menjadi tempat penampungan beras impor, sebanyak 10.000 ton. Kepala Bulog Subdivre V Kediri, Wayan Budita menampik jika pihaknya terlambat mendistribusikan beras untuk warga miskin. Ia beralasan, masih menunggu pagu atau kuota dari Gubernur Jatim. "Pengiriman itu tergolong cepat. Pagu dari Gubernur baru turun pekan lalu, dan kami langsung mengirimkan ke masing-masing daerah," kata Wayan. Ia mengatakan, pagu untuk raskin pada 2012 ini sama dengan pagu pada 2011. Pada 2011 pagu raskin untuk Kota Kediri sebanyak 11.049 RTS, sedangkan untuk Kabupaten Kediri sebanyak 111.684 RTS. Program raskin dari pemerintah pusat tersebut disalurkan setiap satu bulan sekali dengan harga Rp1.600 per kilogramnya.


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026