Malabo - Sundulan Didier Drogba beberapa saat menjelang jeda pertandingan sudah cukup bagi Pantai Gading untuk meraih kemenangan 1-0 atas Sudan dalam Piala Afrika, Minggu. Sudan, menurunkan tim yang terbentuk dari pemain-pemain yang seluruhnya berbasis dalam negeri melawan tim Pantai Gading yang terdiri atas pemain berbasis luar negeri, cukup pantas untuk meraih satu poin dalam pertandingan Grup B. Pantai Gading, dengan Drogba yang sangat ingin memberikan sesuatu bagi negaranya di usianya yang ke-33, berada di antara tim yang difavoritkan tetapi harus meningkatkan permainan mereka jika ingin menambahkan gelar pada satu-satunya mahkota Piala Afrika yang mereka raih 20 tahun lalu. "Saya sungguh gembira kami memperoleh poin," kata Drogba kepada wartawan. "Kami melakukan sesuatu dengan baik dan kurang baik, tetapi yang utama adalah memenangi pertandingan." Pelatih Sudan Mohamed Abdallah bangga dengan timnya yang lebih dari 100 tingkat di bawah lawan mereka pada ranking FIFA. "Para pemain saya kurang pengalaman, kami mempunyai 16 pemain baru pada tim ini dan memainkan kompetisi internasional pertama mereka," katanya. "Kami harus menjaga untuk tidak memberi mereka terlalu banyak ruang dan tidak melakukan kesalahan. Saya yakin pertandingan berikutnya akan lebih baik. Setidaknya para pemain saya sekarang akan tahu apa yang harus mereka lakukan pada pertandingan berikutnya." Gervinho dan Jean-Jacques Gosso Gosso mengirim tendangan yang terlampau tinggi dari mistar gawang saat tim "Elephants" itu mengawali pertandingan dengan lamban. Mereka tampaknya kesulitan pada kondisi yang sangat panas dan lembab. Tim yang difavoritkan itu menggebrak empat menit menjelang jeda pertandingan ketika Salomon Kalou memberi umpan silang sempurna dan Drogba menyarangkannya melalui sundulan, yang mungkin terbantu karena sedikit terbelokkan. Akan tetapi, alih-alih membawa tim Pantai Gading tetap hidup, gol tersebut tampaknya memberi efek berlawanan dan mereka beruntung mencapai jeda pertandingan dengan memimpin. Hampir seketika setelah gol tersebut, tembakan Mohamed Ahmed Basha terlalu melebar dari posisi yang sangat baik bagi Sudan sebelum usaha Mudather Tayeb membentur mistar gawang pada serangan berikutnya. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026