Surabaya - Pemkot Surabaya merevisi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) 2012 sebagimana tuntutan DPRD setempat agar lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Hendro Gunawan, di Surabaya, Rabu, mengatakan, dalam rapat badan musyawarah (banmus) dan badan anggaran (banggar) di DPRD Surabaya, Rabu (4/1) memang ada keinginan dari DPRD Surabaya agar komposisi RAPBD itu direvisi.
"Bagi kami, tidak ada masalah karena untuk kepentingan masyarakat," jelasnya.
Hendro mengatakan semula komposisi RAPBD adalah 60 untuk pembangunan dan 40 untuk belanja pegawai. Dalam dalam rapat tersebut, akhirnya direvisi menjadi 66 persen untuk kepentingan pembangunan dan 34 persen untuk belanja pegawai.
Dengan adanya perubahan komposisi RAPBD tersebut, diakui terjadi pergeseran sejumlah anggaran. "Itu pasti terjadi namun tidak menjadi masalah. Kami hanya menambahi anggaran pembangunan dengan cara mengurangi anggaran belanja pegawai," tegasnya.
Dengan adanya kesepakatan komposisi baru untuk RAPBD 2012 ini, maka pembahasan di DPRD akan berjalan mulus. Dan ini dibuktikan dengan janji DPRD untuk segera mengesahkan RAPBD 2012 ini paling lambat akhir Januari.
"Dalam pertemuan tersebut, dewan akan segera membahas RAPBD sehingga akhir Januari bisa digedok dan awal Februari sudah bisa memakai APBD 2012," jelasnya.
Disinggung soal sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun 2011, Hendro menyatakan sebanyak Rp474 miliar. Dan itu terjadi karena memang pendapatan yang diperolehnya sedikit. Dan Silfa itu juga akan dimasukan dalam RAPBD 2012.
Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana mengatakan pihaknya sejak semula, pihaknya memang ngotot agar RAPBD itu direvisi yakni meminta sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun 2011 dimasukkan dalam program di tahun 2012, serta meminta APBD 2012 pro-rakyat.
Wishnu menjelaskan serapan anggaran di tahun 2011 rendah. Estimasinya ada silpa sedikitnya Rp1,5 triliun yang ngendon di APBD. "Silpa ini harus diserap dan dituangkan dalam program (kegiatan) di tahun 2012," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.