Jombang - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta aparat kepolisian bertindak tegas terkait peristiwa perusakan yang terjadi di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. "Kami meinta kepada aparat kepolisian untuk berindak tegas tersebut terkait dengan peristiwa tersebut karena tindakan yang terjadi di Sampang itu tidak bisa dibiarkan begitu saja," katanya usai menjadi pembicara Halaqah dan Bahtsul Masail Kiai Muda di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang, Jawa Timur, Kamis. Ia mengemukakan, dirinya secara pribadi sangat prihatin dengan peristwa perusakan dan tindakan anarkhis seperti yang terjadi di Kabupaten Sampang tersebut dan hal seperti ini tidak bisa dibiarkan. "Soal perbedaan berkeyakinan, hal itu selayaknya diselesaikan secara hukum. Dan oleh karena itu, kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan baik," katanya. Ia mengatakan, perbedaan berkeyakinan tidak boleh diadili secara sendiri-sendiri dan juga dengan tindakan anarkis seperti yang terjadi di Sampang karena di Indonesia ini ada aturan yang mengatur masalah tersebut. "Jadi jika ada perbedaan keyakinan harus diselesaikan secara hukum, tidak boleh tindakan sendiri-sendiri karena hal itu sudah di atur di dalam undang - undang," katanya. Pada kesempatan yang sama, Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap mengirimkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) untuk membantu polisi guna pengamanan kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Sampang. Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, menyatakan pihaknya sedang koordinasi dengan Ansor Jatim yang kebetulan berkumpul di Jombang guna mengirimkan Banser ke Sampang. "Ansor siap membantu aparat kepolisan untuk meredam suasana dan Anso juga siap untuk membantu mediasi antara dua kelompok yang berkonflik," katanya. Sebelumnya sejumlah rumah yang dibakar massa, di Desa Karang Gayam, Omben, Sampang. Sebanyak tiga lokasi di dua desa, sejumlah bangunan rumah, musholla dan madrasah, di bakar massa, karena pengasuhnya diduga menganut aliran sesat. Tidak ada koban jiwa dalam peristiwa itu, karena para masing-masing penghuni sempat menyelamatkan diri malam sebelumnya.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026