Jakarta - Anggota Komite Eksekutif PSSI La Nyalla Mattalitti menegaskan dirinya tak akan meminta maaf seperti yang dituntut oleh Komite Etik PSSI terkait dengan tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. "Saya tegaskan, saya dan tiga anggota Komite Eksekutif lain tidak akan meminta maaf dan tidak ada alasan memecat kami. Tidak ada yang bisa memecat kami, sekalipun AFC atau FIFA," kata La Nyalla ketika dihubungi, Selasa. Hal itu ditegaskan La Nyalla ketika dimintai tanggapannya hanya beberapa jam setelah Ketua Komite Etik PSSI Todung Mulya Lubis, SH di Jakarta menuntut mereka meminta maaf dan menebar ancaman sanksi pemecatan secara permanen sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI. Komite Etik PSSI menuntut permintaan maaf diajuka kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, AFC, dan FIFA. Bersama Erwin Budiawan, Robertho Rouw, dan Tony Apriliani, La Nyalla dipecat dari Komite Eksekutif PSSI dan dilarang beraktivitas di sepakbola Indonesia karena dianggap telah melanggar etika berorganisasi. Mereka akan diampuni bila dalam waktu 2x24 jam setelah keputusan dikeluarkan bersedia meminta maaf kepada Ketua Umum PSSI, AFC, dan FIFA. "Tidak usah menunggu sampai 2x24 jam. Tiga anggota Komite Eksekutif yang lain juga sependapat. Dimana letak kesalahan kami? Apakah memperjuangkan kebenaran itu salah?" ujarnya. La Nyalla mengatakan, keputusan Majelis Komite Etik PSSI tidak berlandaskan Statuta PSSI dan hukuman tersebut tidak diatur dalam Statuta PSSI karena yang memilih Komite Eksekutif adalah Kongres. Sementara Erwin Budiawan menegaskan, mereka baru akan meminta maaf jika yang memerintahkan adalah anggota PSSI sendiri, bukan Komite Etik. "Kalau anggota yang meminta saya minta maaf, saya akan minta maaf. Kalau mereka (Majelis Etik) yang minta, saya menolak. Saya tidak takut dipecat dari Exco. Kalau dilarang beraktivitas di sepakabola Indonesia, saya akan melawan. Itu hak asasi saya," ujar Erwin. La Nyalla yang merupakan Ketua Pengprov Jawa Timur menambahkan, tindakannya bersama tiga anggota Exco lain merupakan refleksi dari keinginan para anggota PSSI yang memilihnya menjadi anggota Exco dan ia akan akan bertanggung jawab kepada masyarakat bola yang memilihnya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026