Denpasar - Pemain nasional Ficky Supit yang mewakili klub Pro Kediri kembali gagal mengatasi Yang Zhi dari Singapura, dan kalah dengan skor ketat 3-4 pada semifinal tunggal putra kejuaraan tenis meja internasional Kasih Bangsa di GOR Merpati, Denpasar, Minggu. Yang Zhi, pemain peringkat 45 dunia tersebut, akhirnya tampil sebagai juara, setelah pada pertandingan final yang digelar pada hari yang sama, mengalahkan Wang Jianan, pemain keturunan China yang membela Spanyol. Yang Zhi tidak menemui kesulitan berarti untuk merebut gelar juara dengan skor telak 4-0 (11-4, 11-3, 11-6, 11-4) dalam waktu yang tidak lebih dari 30 menit. "Ini adalah pertemuan yang kedua kalinya menghadapi Yang Zhi, dan saya kalah kedua kalinya. Tapi saya merasa bahwa penampilan saya kali ini lebih baik dibanding bertemu di SEA Games lalu," kata Ficky usai pertandingan. Salah satu keunggulan lawan menurut Ficky adalah permainan "backhand" yang arah bolanya susah ditebak, dan ia juga sering menempatkan bola pada ruang kosong. "Menghadapi Yang Zhi saya harus tampil lebih agresif. Mudah-mudahan lain kali saya bisa mengalahkan dia," ucap Ficky, berharap. Pertarungan antara Ficky dan Yang Zhi merupakan ulangan semifinal nomor tunggal putra SEA Games 2011 November lalu di GOR Kuningan, Jakarta dan ketika itu Ficky kalah 1-4. Dibanding penampilan di semifinal SEA Games 2011, Ficky tampil lebih baik dan mampu memberikan perlawanan ketat, meski akhirnya harus kembali mengakui ketangguhan Yang Zhi, pemain kelahiran China yang dinaturalisasi oleh Singapura itu. Setelah kehilangan dua set pertama, Ficky yang juga putra mantan petenis meja nasional Sinyo Supit itu, mampu bangkit dan merebut dua set berikutnya untuk menyamakan kedudukan 2-2. Pertarungan semakin ketat ketika Ficky mampu berbalik unggul 3-2 sebelum Yang Zhi menyamakan kedudukan menjadi imbang 3-3. Namun pada set penentuan, Ficky terlihat menemui kesulitan untuk mengatasi permainan Yang Zhi yang mengandalkan pukulan "backhand" dan akhirnya menyerah dengan skor 5-11. Di bagian tunggal putri kelompok umum, Zhou Mo asal China tampil sebagai juara setelah menaklukkan Zhou Yi Han dengan skor telak 4-0. Singapura juga menguasai kelompok junior putra dan putri ketika Cheng Feng dan Zhou Yi Han tampil sebagai juara. Di pertandingan final, Cheng Feng tidak menemui kesulitan saat mengalahkan Chen Bo Wen (klub STONI) dengan skor 3-0, sementara Zhou Yi Han juga menang 3-0 atas rekan senegara Lin Ye. Selain tampil di kelompok junior, Zhou Yi Han juga bersaing di kelompok umum, meski akhirnya kalah di final. Gelar juara di kelompok kadet putra diraih Ivan Sulfaro dari Australia setelah di final menaklukkan harapan tuan rumah Indonesia, Taufik yang mewakili klub Ancol Barat dengan skor 3-0. Tuan rumah Indonesia meraih gelar di nomor kadet putri yang hanya diikuti oleh enam pemain dan tidak diikuti oleh peserta dari luar negeri. Titin dari klub Ancol Barat di final mengalahkan Gustin Dwijayanti dari klub Pro Kediri, Jawa Timur dengan skor 3-1.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026