Patna (ANTARA/AFP) - Tujuh orang, termasuk seorang anak perempuan berusia empat tahun dan seorang wanita Australia, tewas ketika kebakaran terjadi di sebuah kereta-api malam di India timur, Selasa pagi, kata sejumlah pejabat.
Empat wanita peneliti asal Australia sedang melakukan perjalanan ke kota suci Budha Bodh Gaya. Satu orang tewas dalam kebakaran itu dan tiga lain dirawat di rumah sakit karena luka-luka bakar, kata manajer divisi perkeretaapian Sudhir Kumar kepada AFP.
"Tujuh orang tewas terpanggang dan lebih dari 12 cedera setelah kebakaran terjadi di sebuah gerbong ber-AC dan kemudian menyebar ke gerbong lain," kata Kumar, dengan menambahkan bahwa seorang korban cedera Australia berada dalam kondisi kritis.
Kereta-api itu sedang melakukan perjalanan dari Kolkata menuju kota wilayah utara, Dehradun, ketika kebakaran itu terjadi di negara bagian Jharkhand.
Polisi mengatakan, penyebab kebakaran itu masih belum diketahui.
"Dua pejabat dari Komisi Tinggi Australia akan pergi ke Kolkata dengan penerbangan mendatang yang ada untuk memberikan bantuan konsuler kepada tiga warga Australia, dan mencari keterangan lebih lanjut mengenai warga Australia keempat," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), seperti dilaporkan Australian Associated Press.
Kecelakaan sering terjadi pada jaringan perkeretaapian milik pemerintah India, yang masih merupakan sarana transportasi utama jarak jauh meski ada persaingan sengit dari perusahaan-perusahaan penerbangan swasta.
Jaringan perkeretaapian India mengoperasikan 9.000 KA penumpang yang mengangkut sekitar 18,5 juta orang setiap hari. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.