Surabaya - Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr H Rasiyo meminta anggota Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri Jawa Timur tak berpolitik atau terlibat dalam kegiatan politik praktis apapun.
"Semua anggota korpri harus netral dan tidak memihak kepada siapapun dan tidak ditunggangi kepentingan politik apapun. Itu kuncinya dalam bekerja," ujar Rasiyo kepada wartawan di Surabaya, Selasa.
Menurut dia, dengan tidak turut campur dalam kegiatan politik apapun, maka diharapkan korpri bisa menjadi sebuah organisasi dengan paradigma baru yang senantiasa menjadi pegangan sebagai abdi bangsa.
"Sebagai abdi negara itu, maka anggota korpri harus mampu menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakat," papar mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur tersebut.
Tahun 2011, korpri memasuki usianya yang ke-40. Menurut Sekrataris Dewan Pengurus Korpri Jatim, Ardo Sahak, anggota Korpri dituntut mewujudkan paradigma profesional, netral, dan sejahtera.
"Paradigma baru hasil reformasi merupakan refleksi peran korpri masa lalu dan ditunjukkan melalui peringatan HUT ke-40 korpri," ujar dia.
Pihaknya berharap, penyelenggaraan HUT kali ini menjadi momentum strategis untuk mawas diri dan tetap memperhatikan perekonomian sekarang.
Peringatan HUT ke-40 korpri dilakukan sejak awal Oktober 2011 hingga akhir November 2011. Puncak kegiatan dilakukan dengan upacara di halaman Gedung Negara Grahadi pada 29 November 2011.
Sedangkan dalam rangkaian peringatan beberapa agenda telah dilakukan, antara lain jalan sehat, lomba lagu keroncong dan paduan suara, ziarah makam pahlawan dan kegiatan lainnya.
"Ada beberapa macam cabang pertandingan yang dilombakan. Semoga para PNS bisa lebih senang berolahraga dan tidak meremehkan pentingnya hidup sehat," ujar Ardo menjelaskan. (*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.