Jakarta - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta, Rabu siang, menguat, mendekati angka Rp8.800 per dolar AS akibat melemahnya dolar AS di pasar regional.
Rupiah di pasar spot antarbank Jakarta, naik 25 poin menjadi Rp8.890 dari sebelumnya Rp8.915 per dolar AS.
Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta mengatakan, menguatnya rupiah itu didukung oleh naiknya sebagian mata uang Asia terhadap dolar AS.
Kenaikan itu memberi nilai positif terhadap rupiah yang dua hari berturut-turut mengalami kenaikan, katanya.
Menurut dia, rupiah apabila tidak ada hambatan akan terus menguat hingga mendekati level Rp8.800 per dolar.
"Kami optimis rupiah akan dapat mencapai angka tersebut, karena pelaku pasar makin aktif bermain di pasar," ucapnya.
Kenaikan rupiah, lanjut dia juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap mencapai 6,5 persen, meski pertumbuhan ekonomi China melambat.
Ekonomi nasional akan tumbuh lebih tinggi, apabila penanaman modal asing (PMA) di dalam negeri makin tumbuh, katanya.
Sementara kabar dari global, kata dia, pasar tenaga kerja AS perlahan-lahan membaik. Perbaikan ini oleh Gubernur Bank Senteral AS dikatakan sebagai "frustratingly slow".
Namun demikian, lanjut dia, pasar global menyambut positif perbaikan ini, ditambah rencana pengunduran diri Perdana Menteri Italia Berlusconi setelah parlemen menandatangani pengetatan anggaran.
"Sentimen positif ini berimbas ke pasar Asia termasuk Indonesia," kata dia. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.